MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kebiasaan memilah sampah dari rumah mulai memperlihatkan hasil di Kecamatan Ujung Pandang, Makassar. Sampah yang diangkut menuju fasilitas pengolahan kini sudah dalam kondisi terpilah sehingga petugas tidak lagi harus melakukan pemilahan ulang.
Perkembangan ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri Pesta Rakyat Semarak Kemerdekaan RI Kecamatan Ujung Pandang di halaman Monumen Mandala, Minggu (30/8/2026) malam.
Di sela kegiatan yang menjadi ajang hiburan sekaligus silaturahmi bersama warga tersebut, Munafri turut menyoroti persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya membangun tata kota yang lebih baik.
Menurut Munafri, kondisi Kecamatan Ujung Pandang yang memiliki keterbatasan lahan membuat pengelolaan sampah dari sumber menjadi sangat penting. Sampah yang dihasilkan rumah tangga diharapkan sudah dipilah sebelum dibawa ke tempat pengolahan.
Ia pun mengapresiasi perubahan yang terjadi di wilayah tersebut.
“Dan apa yang disampaikan petugas, bahwa sampah-sampah yang datang dari Kecamatan Ujung Pandang adalah sampah yang sudah terpilah dengan baik. Sudah tidak harus lagi repot-repot petugas di sana untuk memilahnya,” kata Munafri.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pemilahan sampah dari rumah dapat berjalan apabila dilakukan secara bersama-sama dan terus dibangun sebagai kebiasaan masyarakat.
“Dan alhamdulillah ini sudah mulai berjalan dan kita memaksimalkan ini harus menjadi contoh yang terus harus ditingkatkan,” lanjutnya.
Munafri menyadari pembenahan sistem persampahan di Makassar bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Sosialisasi kepada masyarakat masih harus terus dilakukan karena target pengelolaan sampah secara menyeluruh belum sepenuhnya tercapai.
Meski demikian, ia menilai perubahan perilaku yang mulai terlihat di masyarakat merupakan perkembangan positif yang patut dipertahankan.
“Saya sangat yakin ini belum 100% bisa kita selesaikan, tetapi progres yang kelihatan di tengah-tengah masyarakat alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan di Ujung Pandang dapat ditularkan ke kecamatan lainnya. Sebab, persoalan sampah menurutnya bukan hanya urusan petugas kebersihan, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari rumah.
Pemilahan dari sumber menjadi tahap awal untuk membenahi rantai pengelolaan sampah secara keseluruhan. Dengan sampah yang sudah dipisahkan sejak rumah tangga, proses pengangkutan hingga pengolahan di fasilitas akhir dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Munafri juga menempatkan Ujung Pandang sebagai wilayah yang memiliki nilai strategis bagi Kota Makassar. Selain berada di pusat kota, kawasan tersebut dinilai menjadi salah satu gambaran yang mencerminkan wajah Makassar.
“Tentu Ujung Pandang ini menjadi kecamatan yang terus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Jantung Kota Makassar ada di Ujung Pandang. Kita sepakat bahwa penduduknya tidak begitu banyak, tetapi yang ada di Ujung Pandang memperlihatkan cerminan wajah Kota Makassar yang benar-benar memperlihatkan bahwa inilah miniatur kecil yang dimiliki oleh Kota Makassar,” tuturnya.
Karena itu, Appi berharap praktik pemilahan sampah yang mulai berjalan di Ujung Pandang tidak berhenti sebagai capaian sesaat.
Kolaborasi pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menjaga konsistensi tersebut hingga memilah sampah dari rumah benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari warga Makassar. (rhm)
