GOWA, UJUNGJARI.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) makin gencar terjadi beberapa kurun terakhir. Hampir semua kecamatan di Kabupaten Gowa telah terjadi Karhutla dan sangat meresahkan masyarakat apalagi dalam deraan cuaca panas yang berlebihan.
El Nino telah melanda sebagian besar wilayah di Kabupaten Gowa. Terdata ada 15 dari 18 kecamatan kini sangat rawan Karhutla. Penyebabnya bukan hanya pada puntung rokok tapi bisa jadi gesekan ranting kering ataupun kilatan sinar matahari melalui pantulan sampah kaca di lahan yang menghasilkan titik api.
Masyarakat pun diminta selalu waspada kebakaran hutan dan lahan bahkan area pemukiman masyarakat.
Selasa (1/9) sekira 12.30 Wita, Karhutla kembali terjadi kali ini di sebuah lahan di Dusun Borong Rappo, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu dan di Dusun Parangloe, Desa Manuju, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.
Pada dua kecamatan ini, luasan Karhutla diperkirakan sudah 7 Ha yakni 5 Ha di Sokkolia dan 2 Ha di Manuju. Meski sempat kewalahan, namun gabungan personel TNI dari Koramil Bontomarannu dan Manuju bergerak bersama masyarakat serta personel Satpol PP setempat.
Di Desa Sokkolia, pertama kali diketahui Karhutla terjadi di Dusun Borongrappo oleh seorang warga bernama Malik (34). Malik melihat ada kepulan asap membumbung tinggi dari seberang sungai saat tengah beraktivitas di ladang. Tanpa membuang waktu, Malik langsung menghubungi Babinsa setempat agar segera bergerak bersama masyarakat memadamkan rambatan api yang menjalar di ranting dan rumput kering di bukit dekat sungai.
Dengan peralatan seadanya, aparat TNI, aparat pemerintah, Satpol dan masyarakat bergerak memadamkan rambatan api dengan menggunakan ranting basah serta alat penyemprot air gendong. Tim gabungan saling bahu-membahu melokalisir dan memadamkan kobaran api. Akhirnya kerja keras aparat di Sokkolia ini berhasil menghentikan rambatan api secara total pada pukul 13.30 Wita.
Hal sama dilakukan dua personel TNI Danpos Ramil Manuju, lima Satpol PP dan tujuh orang masyarakat setempat. Aksi tanggap ini berhasil mencegah penyeberangan api ke area pemukiman maupun lahan perkebunan warga lainnya.
“Alhamdulillah, berkat kerjasama kami semua, rambatan api yang membakar lahan di Dusun Parangloe dapat segera diatasi dan dapat dicegah menjalar lebih luas, ” kata Danpos Ramil Manuju Peltu Bakri.
Dikatakannya, di Manuju sekira 2 Ha luasan yang terbakar dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 Wita setelah terlihat mulai terbakar pada pukul 13.10 Wita. Api pun padam dengan semburan air dari pompa gendong manual dan ranting pohon basah yang digunakan petugas.
Sementara itu, Dandim 1409 Gowa Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi berharap langkah tanggap ini selalu menjadi fokus utama semua pihak.
“Ini merupakan wujud nyata kepedulian serta kesiapsiagaan jajaran Kodim 1409 Gowa bersama aparat pemerintah dan masyarakat dalam melindungi wilayah dan masyarakat dari dampak bencana kebakaran lahan, ” kata Dandim 1409 Gowa. –
