Site icon Ujung Jari

Ribuan Pramuka Madrasah Adu Skill di Cadika Gowa, Stafsus Menag Apresiasi KPMP 2026 Sulsel

GOWA, UJUNGJARI.COM — Sekira 2.389 anggota Pramuka lingkup Madrasah se Sulawesi Selatan tumpah di Bumi Perkemahan Cadika, Limbung, Kabupaten Gowa.

Selama sepekan ke depan, ribuan Pramuka Penggalang dan Penegak ini akan adu skill dan kompetensi kepramukaan dalam arena Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) 2026 yang dibuka resmi oleh Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan dan Moderasi Beragama, Prof Dr HM Farid F Saenong pada Rabu (2/9) sekira pukul 09.00 Wita.

Dihadapan peserta KPMP 2026 yang terdiri dari 1.089 Pramuka Penggalang dan 1.300 Pramuka Penegak dari seluruh madrasah se-Sulsel, Kakanwil Kemenag Sulsel Dr Ali Yafid mengatakan jumlah ini masih separuh dari total peserta yang mengikuti KPMP 2026. Total peserta keseluruhan mencapai 5.000-an orang sebab turut hadir 2.800 orang bina damping dan unsur lainnya sebagai pendukung kegiatan KPMP.

Ali Yafid mengapresiasi jajaran Bidang Pendidikan Madrasah, Panitia Provinsi dan Kabupaten Gowa, para pembina, pendamping, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan dan pelaksanaan KPMP 2026.

Ali Yafid mengatakan, kemah Pramuka tidak sekadar menjadi kegiatan berkumpul di alam terbuka, mendirikan tenda, maupun mengikuti perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kuat, mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta rasa kebangsaan yang tinggi.

“KPMP 2026 ini adalah pertemuan besar Pramuka Penggalang dan Penegak madrasah. Tujuannya membentuk karakter generasi muda yang kuat, mandiri serta memiliki rasa kebangsaan yang tinggi. Selama dalam KPMP ini, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, literasi digital, kepemimpinan, kemandirian, kerja sama serta penguatan nilai moral dan spiritual, ” kata Kakanwil Kemenag Sulsel.

Dikatakannya, salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam KPMP 2026 adalah ekoteologi, yakni penguatan kesadaran bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia. Karena itu, KPMP 2026 diharapkan mampu menjadi sarana untuk mencetak generasi yang unggul di era globalisasi, memiliki karakter yang kuat dalam menjalankan agamanya, cinta terhadap lingkungan dan bangsanya.

Dalam KPMP yang turut dihadiri Karteker Ketua Kwarcab Gowa Jamaris dan jajaran pengurus Kwarda Sulsel serta Kwarran se Gowa, juga hadir Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin.

Pada kesempatan itu, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan dan Moderasi Beragama Prof Dr HM Farid F Saenong usai membuka resmi KPMP 2026 yang akan berlangsung hingga Sabtu (5/9) ini menegaskan bahwa nilai keagamaan dan kebangsaan harus beriringan.

“Sangat penting membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan. Pendidikan di madrasah tidak cukup hanya melahirkan generasi yang cerdas secara akademik tapi juga harus membentuk peserta didik yang memiliki karakter, akhlak, kecintaan kepada bangsa serta kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan harus menjadi satu kesatuan dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat,” ujar Prof Farid.

Ia menegaskan, anak-anak madrasah harus menjadi generasi yang kuat dalam nilai keagamaannya sekaligus memiliki rasa kebangsaan yang kuat. Karena menjadi generasi yang baik bukan hanya tentang bagaimana hidup beragama tapi juga bagaimana hidup bersama sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Pembukaan KPMP 2026 ini dirangkai dengan penanaman bibit pohon secara simbolis yang dilakukan bersama para pejabat dan tokoh yang hadir termasuk Asisten I Pemprov Sulsel, jajaran Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku serta Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup.

Penanaman pohon tersebut menjadi simbol kolaborasi sekaligus pesan penting kepada generasi muda madrasah agar menjadikan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan. –

Exit mobile version