VIETNAM, UJUNGJARI— Berangkat dengan dukungan swadaya, sembilan atlet Kun Khmer Indonesia kini tinggal selangkah lagi menuju final Kejuaraan Kun Khmer Asia pertama di Vietnam.
Lima di antaranya akan turun di babak semifinal pada Kamis (3/9/2026) pukul 17.00 waktu setempat, membawa satu misi: masih dalam momentum HUT Kemerdekaan RI ke 81, atlit bertekad mengibarkan Merah Putih di panggung Kun Khmer Asia
Timnas Kun Khmer Indonesia terdiri 9 atlet, 2 pelatih, 1 wasit, dan 2 official. Mereka mengikuti Kejuaraan Kun Khmer Asia pertama yang berlangsung di Vietnam pada 1–8 September 2026.
Berjuang dengan Swadaya
Perjalanan kontingen Indonesia menuju Vietnam dilakukan dengan semangat mandiri demi Merah Putih.
Keberangkatan tim ke Vietnam masih swadaya PB. FKKI. Keterbatasan dukungan pendanaan tidak menyurutkan tekad pengurus khususnya para atlet untuk bertanding dan membawa nama Indonesia dalam kejuaraan tingkat Asia tersebut.
Para atlet mendapat pendampingan langsung dari Muhammad Uchida dan Nur Alamsyah sebagai pelatih nasional.
Keduanya mendampingi para atlet dalam persiapan menghadapi pertandingan, termasuk memberikan arahan teknis dan menjaga kesiapan para atlet sebelum turun ke arena.
“Alhamdulillah, sudah Lima Wakil Indonesia Bertarung di Semifinal hari ini dan 2 atlit lagi lolos ke final,” kata Uchida.
Lima atlet Indonesia yang akan bertanding di semifinal masing-masing menghadapi lawan dari India, Vietnam, Kamboja, dan Malaysia.
Kelima atlit tersebut, yaitu:
1. Farran (Morowali Sulteng) vs India
2. Ibrahim (Papua Tengah) vs Vietnam
3. Gifari (Sul Sel) vs Kamboja
4. Alimudin (Kendari Sultra) vs Malaysia
5. Rizky Hadi (Papua Tengah) vs Kamboja
Pertarungan semifinal menjadi fase penting bagi kelima atlet. Kemenangan akan membuka jalan menuju final dan memperbesar peluang Indonesia merebut medali emas.
Target Emas di Momentum HUT RI
Perjuangan para atlet di Vietnam berlangsung dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Karena itu, perjuangan mereka bukan sekadar mengejar kemenangan di arena. Ada nama Indonesia, bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya yang akan dikibarkan di setiap event tsb dibawa.
Pengurus Besar Kun Khmer Indonesia pun meminta dukungan dan doa masyarakat dan pemerintah Indonesia, agar para atlet mampu memberikan penampilan terbaik.
Harapannya, perjuangan tersebut berujung pada medali emas dan kesempatan mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi.
“Alhamdulillah. Tahun Depan 2027, Indonesia dipercaya oleh Federasi Kun Khmer International (KIF) Indonesia sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Asia Kun Khmer kedua. tiga Provinsi berpeluang menjadi pelaksana diantaranya Jakarta, Bali, Makassar dan Bandung. Keempat lokasi tersebut masih tentatif, belum ditetapkan secara final,” kata PB Kun Khmer Indonesia.
Kesempatan tersebut akan menjadi momentum besar bagi perkembangan Kun Khmer di Tanah Air. Selain memberikan kesempatan kepada atlet Indonesia tampil di publik sendiri, ajang tersebut juga dapat menjadi panggung untuk memperkenalkan olahraga Kun Khmer kepada masyarakat Internasional.
Untuk saat ini, seluruh perhatian masih tertuju kepada lima atlet Indonesia yang akan bertarung di semifinal.
Berangkat dengan swadaya, bertarung membawa Merah Putih. Dari Vietnam, mereka memburu emas. Tahun depan, Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah.
“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia.” (Mapparenta)
