MALILI,UJUNGJARI.COM— Fraksi Gerakan Persatuan Rakyat (GPR) DPRD Luwu Timur mendorong pemerintah kabupaten untuk lebih kreatif dalam menggali sumber pendapatan daerah. Langkah ini dinilai krusial guna memperkuat kemampuan fiskal sekaligus menopang pembiayaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Fraksi GPR, Imanuddin, saat membacakan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Luwu Timur Tahun Anggaran 2026, Jumat (4/9/2026).
Imanuddin menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh hanya berfokus pada cara membelanjakan anggaran. Strategi untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber pendapatan alternatif juga harus menjadi prioritas utama.
“Pemerintah daerah dituntut untuk cerdas dan kreatif dalam menghasilkan serta mengelola sumber-sumber pendapatan,” ujar Imanuddin. Menurutnya, potensi ekonomi daerah yang ada perlu dimaksimalkan secara efektif dan inovatif agar memberi kontribusi nyata bagi kas daerah.
Berdampak Langsung ke Masyarakat
Dorongan ini disampaikan GPR di tengah pembahasan Perubahan APBD 2026. Fraksi tersebut memandang bahwa anggaran daerah merupakan instrumen fiskal utama untuk menjalankan roda pemerintahan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Oleh karena itu, peningkatan pendapatan daerah harus diimbangi dengan pengelolaan belanja yang tepat sasaran. GPR secara khusus menyoroti sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur. Mereka meminta program-program di sektor tersebut tidak cuma berhenti di atas kertas perencanaan, tetapi direalisasikan secara merata di lapangan.
Meski memberikan sejumlah catatan strategis, Fraksi GPR menyambut positif Ranperda Perubahan APBD 2026 dan menyetujui rancangan tersebut untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan berikutnya.
