SIDRAP, HBK — Potensi sektor pertanian dan perikanan di Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kembali terlihat saat Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyaksikan langsung panen padi dan ikan milik masyarakat, Sabtu (5/9/2026).
Dalam kunjungannya tersebut, Syaharuddin menghadiri sejumlah agenda, mulai dari panen padi, panen ikan nila hingga peresmian Kantor Desa Abbokongang.
Kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, anggota DPRD Dapil III, sejumlah kepala OPD terkait, Camat Kulo, serta para kepala desa se-Kecamatan Kulo.
Agenda diawali dengan panen padi di lahan pertanian masyarakat seluas 14 are. Dari lahan tersebut, petani mampu menghasilkan sebanyak sembilan karung padi.
Melihat hasil tersebut, Syaharuddin menilai sektor pertanian di Kulo memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Dengan pengelolaan lahan dan dukungan yang tepat, produktivitas pertanian diyakini masih dapat ditingkatkan.
“Kalau kita lihat hasil panen hari ini, lahan 14 are bisa menghasilkan sembilan karung. Kalau dikembangkan, produksinya bisa mencapai 10 sampai 12 ton per hektare,” ujar Syaharuddin Alrif.
Usai menyaksikan panen padi, Bupati kemudian melanjutkan agenda dengan memanen ikan nila di kolam milik masyarakat, Andi Thamrin.
Dari kolam tersebut, hasil panen mencapai sekitar satu ton ikan nila.
Panen padi dan ikan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana masyarakat Kulo mengembangkan lebih dari satu sumber penghasilan. Sektor pertanian dan perikanan dapat berjalan berdampingan dan menjadi sumber ekonomi produktif bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian Kantor Desa Abbokongang.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin menegaskan bahwa salah satu kekuatan utama masyarakat Sidrap adalah etos kerja serta kemampuan mengelola berbagai potensi yang dimiliki.
“Ini kita lihat pekerjaan orang Sidrap. Pertanian, peternakan, perkebunan. Inilah asli orang Sidrap. Orang Sidrap itu pekerja keras dan kerja cerdas,” tegasnya.
Menurutnya, pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan merupakan sektor yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sidrap.
Karena itu, potensi tersebut harus terus dijaga dan dikembangkan agar tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan di Kecamatan Kulo juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat langsung aktivitas produktif masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi di tingkat desa yang masih dapat dikembangkan.
Syaharuddin berharap semangat kerja masyarakat tetap dipertahankan dan ditingkatkan.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan kemauan masyarakat untuk bekerja, berinovasi dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
“Kita harus bangga menjadi orang Sidrap. Kita punya tanah yang subur, punya petani, peternak, pekebun, dan pembudidaya ikan yang pekerja keras. Tinggal bagaimana kita kerja lebih keras, kerja lebih cerdas, dan terus meningkatkan hasilnya,” pungkasnya. (Wan)
