MALILI,UJUGJARI.COM — Di era gempuran media sosial, frasa influencer identik dengan gawai, tren sesaat, dan gemerlap dunia maya. Namun, dalam keheningan yang khidmat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Malili, Senin (7/9/2026), ratusan perempuan penggerak daerah diajak untuk menengok kembali sosok panutan paling hakiki yang melintasi zaman: Nabi Muhammad SAW.
Melalui tema ciamik “Rasulullah SAW The Real Influencer Sejati Bagi Perempuan”, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Luwu Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H. Acara ini bukan sekadar rutinitas keagamaan tahunan, melainkan sebuah jeda reflektif bagi para ibu dan perempuan karier untuk menyerap kembali kompas moral di tengah tantangan zaman modern.
Dipimpin oleh penceramah Ustadzah Halimatussa’diyah, suasana acara berlangsung hangat. Berbagai elemen hadir memenuhi ruangan, mulai dari organisasi wanita se-Kabupaten Luwu Timur hingga jajaran pengurus DWP tingkat kecamatan dan perangkat daerah.
Menjadikan Rumah Tangga Benteng Pembangunan
Di balik kesederhanaan acaranya, ada pesan mendalam yang diusung. Wakil Ketua I DWP Lutim, Hj. Heriwati Yusran, menekankan pentingnya mereposisi sosok teladan di tengah keluarga. Bagi perempuan yang memegang peran ganda sebagai pendamping suami dan pendidik anak, gaya hidup serta akhlak Rasulullah SAW adalah benteng utama.
“Sebagai perempuan, kita memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang harmonis. Rasulullah SAW harus kita jadikan sebagai idola dan teladan sejati dalam menjalankan peran, baik di dalam rumah tangga maupun di tengah masyarakat,” tutur Heriwati penuh hangat.
Ia mengajak jajaran DWP untuk menerjemahkan nilai-nilai kenabian itu ke dalam aksi nyata: memperkuat empati, merawat kebersamaan, dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Pondasi Karakter untuk Luwu Timur
Pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah juga diamini oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Meneruskan pesan Bupati, Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Aziz, menyebut bahwa fondasi daerah yang kuat berawal dari ketahanan keluarga yang dibangun oleh para perempuan berakhlak mulia.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi membutuhkan manusia yang berintegritas dan memiliki kepedulian,” tegas Aswan. “Ketahanan keluarga, komunikasi yang baik, dan akhlak mulia perlu kita perkuat dengan meneladani Rasulullah SAW sejak dini.”
Ia meyakini, jika DWP terus mengambil peran aktif dalam pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda, Luwu Timur tidak hanya akan tumbuh secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara moral.
Peringatan Maulid hari itu pun ditutup dengan semangat baru. Para anggota DWP pulang tak sekadar membawa ingatan akan sebuah seremoni, melainkan membawa bekal inspirasi untuk menjadi ‘pembawa pengaruh’ kebaikan di rumah dan masyarakat mereka masing-masing. (rudi)
