MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Kualitas pekerjaan pengaspalan di jalan poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menuai sorotan. Aspal yang baru dikerjakan dinilai belum menunjukkan kualitas yang baik.
Pantauan di sejumlah titik memperlihatkan permukaan aspal tampak tidak rata. Sejumlah bagian jalan terlihat bergelembung, sementara material aspal juga tampak berhamburan di permukaan jalan.
Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari pengguna jalan. Mereka mempertanyakan kualitas pekerjaan yang dilakukan, mengingat poros BTP merupakan salah satu jalur utama yang cukup padat dilalui kendaraan setiap hari.
Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel (LAKSUS), Muh Anshar, meminta pihak terkait tidak mengabaikan kondisi tersebut. Menurutnya, pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah harus dikerjakan sesuai standar teknis dan diawasi secara ketat.
“Kalau memang aspal baru dikerjakan tetapi kondisinya sudah berhamburan, tidak rata atau bergelembung, tentu ini harus menjadi perhatian. Jangan sampai kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan,” ujar Muh Anshar.
Ia menegaskan, pihak terkait perlu turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut. Pemeriksaan, kata dia, penting untuk memastikan apakah kondisi jalan tersebut disebabkan oleh faktor teknis, proses pengerjaan, material yang digunakan, atau faktor lainnya.
“Jangan hanya melihat pekerjaan selesai secara administrasi. Yang paling penting adalah kualitas dan manfaatnya bagi masyarakat. Kalau baru selesai dikerjakan sudah menunjukkan kerusakan atau permukaan tidak sempurna, harus segera dievaluasi,” tegasnya.
Muh Anshar juga mendorong agar pengawasan terhadap proyek infrastruktur jalan diperkuat. Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan pekerjaan jalan yang berkualitas karena pembangunan tersebut bersumber dari anggaran pemerintah.
“Kalau ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, tentu harus ada tindakan sesuai aturan. Pemerintah harus memastikan uang rakyat digunakan secara efektif dan hasil pekerjaannya benar-benar berkualitas,” katanya.
Ruas jalan poros BTP merupakan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Karena itu, kualitas pekerjaan di ruas tersebut menjadi perhatian publik.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui instansi teknis segera melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap kondisi aspal baru tersebut.
Jika ditemukan adanya pekerjaan yang tidak memenuhi standar teknis, masyarakat berharap dilakukan perbaikan sehingga ruas jalan tersebut dapat kembali memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun instansi teknis terkait kondisi permukaan aspal di poros BTP tersebut. (drw)
