Site icon Ujung Jari

Ketua PB Hipermata Soroti Kelangkaan BBM dan Harga Gas Melambung Tinggi di Takalar

TAKALAR, UJUNGJARI — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan melonjaknya harga gas elpiji 3 kilogram menjadi perhatian serius di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan energi setiap hari.

Muhammad Nasrum, Ketua Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (PB Hipermata) turut menyoroti kondisi tersebut. Ia mendorong pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan BBM maupun gas elpiji di tengah masyarakat.

Khusus gas elpiji 3 kilogram, harga di tingkat pengecer dilaporkan mengalami kenaikan tajam akibat kelangkaan pasokan. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp20 ribu per tabung kini disebut menembus Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per tabung, apabila stok tersedia.

Kondisi tersebut juga diberitakan oleh Sulsel Berita pada 9 September 2026. Dalam laporannya, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Takalar disebut semakin memuncak dan harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp45 ribu per tabung.

Sementara itu, berdasarkan data harga yang beredar, Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi gas elpiji 3 kilogram berada di kisaran Rp18.500–Rp20.000 per tabung, jauh di bawah harga yang dilaporkan di tingkat pengecer saat kelangkaan terjadi.

Muhammad Nasrum menilai disparitas harga tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya menanggung beban kenaikan harga kebutuhan energi ketika pasokan mengalami gangguan.

“Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat tersedia dengan harga yang wajar. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan BBM dan gas elpiji yang menjadi kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.

Kelangkaan gas juga dilaporkan membuat sejumlah warga harus mencari dari satu penjual ke penjual lainnya. Sulsel Berita mencatat keluhan warga di sejumlah wilayah Takalar yang kesulitan mendapatkan gas 3 kilogram, bahkan ketika tersedia harganya jauh lebih tinggi dari harga normal.

PB Hipermata berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM dan LPG 3 kilogram, sekaligus memastikan pasokan kembali normal dan harga di tingkat masyarakat tidak semakin melonjak.

Masyarakat Takalar kini menanti langkah nyata pemerintah agar persoalan kelangkaan energi tidak berlarut-larut dan kebutuhan dasar tetap dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. (*)

Exit mobile version