MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Pengusaha properti Haji Badris Salam ternyata piawai dalam memilih waktu dalam mendeklarasikan dirinya sebagai calon Ketua Real Estat Indonesia (REI) Sulsel periode 2026-2029, Rabu (9/9/2026) hari ini.
Penanggalan ini merupakan penanggalan cantik: tanggal sembilan di bulan sembilan. Tanggal 9 September setiap tahun juga diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Selain hari bersejarah, pemilihan tanggal 9 September sebagai hari deklarasi ini juga relevan dengan Satu Visi dan Delapan Misi Haji Badris Salam sebagai Calon Ketua REI Sulsel.
Di hadapan ratusan anggota REI, pria yang akrab disapa HBS ini memperkenalkan Satu Visi dan Delapan Misinya. Visinya adalah: Mewujudkan REI Sulawesi Selatan yang Solid, Inklusif, Bernurani, dan sejahtera.
Satu visi ini dijabarkan dalam delapan pilar misi strategis. Rinciannya adalah sebagai berikut:
1. Menguatkan Soliditas & Kesetaraan Anggota (REI Rumah Bersama anggota.
2. Mengawal suksesnya Program Nasional 3 Juta Rumah di Sulsel.
3. Melakukan advokasi terhadap Regulasi Perbankan dan Persoalan hukum Anggota.
4. Meningkatkan Standar “Hunian Layak dan Bermartabat”
5. Membangun Sinergi Proaktif & Sinkronisasi Regulasi daerah.
6. Membangun sistem informasi dan akses rantai pasok,
7. Edukasi, Inovasi, dan Pemberdayaan Pengembang Muda.
8. Memperkuat Kemitraan dengan Sektor IInformal dan UMKM.
“Perjuangan ini bukan tentang diri saya pribadi. Perjuangan ini adalah tentang **masa depan rumah besar kita: DPD REI Sulawesi Selatan. Saya percaya, jika kita menyatukan langkah, menghilangkan sekat-sekat perbedaan, dan bergerak dengan hati yang bernurani, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita selesaikan bersama,” katanya.
“Dan saya, tentu tidak mampu kerja sendiri. REI Sulsel butuh kerja bersama. Untuk itu, saya siap menghibahkan diri saya untuk membesarkan REI Sulawesi Selatan,” katanya lagi.
Selain dihadiri ratusan pengembang, Deklarasi HBS For REI Sulsel juga dihadiri sejumlah tokoh senior dan mantan Ketua REI Sulsel. Mereka antara lain Raymond Arfandi, Idris Manggabarani, Arief Mone, dan Muhammad Sadik.
