Site icon Ujung Jari

Damkar Lutim Tangani 10 Operasi dalam Sehari, Guntur Hafid: Respons Cepat Jadi Prioritas

MALILI,UJUNGJARI.COM–Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Luwu Timur kembali menunjukkan respons cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sepanjang Sabtu (12/9/2026), petugas Damkar menangani 10 operasi di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Luwu Timur, Guntur Hafid, mengatakan tingginya jumlah operasi dalam satu hari menjadi bagian dari tantangan petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap laporan yang masuk menjadi perhatian petugas dan segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel serta armada sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Setiap laporan yang masuk kami respons secepat mungkin. Prinsip kami adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan dan penanganan secepat mungkin, terutama pada kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujar Guntur Hafid.

Dari 10 operasi tersebut, petugas menangani sejumlah kebakaran lahan yang tersebar di beberapa wilayah, yakni Pekaloa, Towuti dengan luas sekitar 4 hektare, Pasi-Pasi, Malili sekitar 10 hektare, Puncak Indah, Malili sekitar setengah hektare, Parumpanai, Wasuponda sekitar 10 hektare, Jalan Kenangan, Desa Asuli, Towuti sekitar 1 hektare, serta Tarabbi, Malili sekitar 1 hektare.

Selain kebakaran lahan, petugas juga melakukan evakuasi satwa yang berpotensi membahayakan masyarakat. Di Balantang, Malili, petugas mengevakuasi ular hitam yang hendak masuk rumah. Sementara di Patande, Malili, petugas mengevakuasi ular piton.

Pada malam hari, petugas kembali melakukan evakuasi tawon vespa atau Bakka Ulu di Lauwo, Kecamatan Burau. Dalam kejadian tersebut, tercatat satu orang mengalami luka akibat sengatan tawon.

Guntur menjelaskan, dalam penanganan kebakaran lahan di Pasi-Pasi, Malili, petugas menghadapi kondisi lokasi yang sulit dijangkau armada. Untuk mengatasi kendala tersebut, petugas menggunakan alkon terapung sebagai alternatif dalam proses pemadaman.

“Kondisi di lapangan berbeda-beda. Ada lokasi yang mudah dijangkau, tetapi ada juga yang membutuhkan cara dan peralatan alternatif. Petugas harus mampu menyesuaikan dengan kondisi agar penanganan tetap berjalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kecepatan petugas menuju lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan setiap kejadian. Dalam salah satu operasi di Jalan Kenangan, Desa Asuli, Towuti, petugas bahkan tiba hanya tiga menit setelah berangkat menuju lokasi.

Menurut Guntur, kesiapsiagaan personel harus terus dijaga karena kejadian darurat dapat terjadi kapan saja, baik siang maupun malam hari.

“Petugas harus selalu siap. Dari pagi sampai malam kami tetap bergerak ketika ada laporan masyarakat. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami,” katanya.

Guntur juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian darurat melalui layanan darurat 112 atau Pos Damkar terdekat.

Ia berharap masyarakat tidak menunda pelaporan ketika menghadapi kebakaran, keberadaan hewan berbahaya, maupun kondisi darurat lainnya agar petugas dapat segera melakukan penanganan.

“Jangan menunggu kondisi semakin parah. Segera hubungi 112 atau Pos Damkar terdekat agar petugas bisa datang dan melakukan penanganan dengan cepat dan aman,” pungkas Guntur Hafid. (rh)

Exit mobile version