Site icon Ujung Jari

Ketika Bupati Ibas “Menjemput” Gelisah Wotu: Tiga Jam Lesehan, Menyerap Suara Warga di Teras Desa

WOTU,UJUNGJARI.COM — Suasana Sabtu malam (12/9/2026) di Desa Arolipu, Kecamatan Wotu, tak seperti biasanya. Sebuah teras rumah warga yang sederhana mendadak hangat dan dipadati orang-orang. Tanpa sekat protokoler yang kaku, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, duduk lesehan bersama warga untuk mendengarkan satu per satu keluh kesah masyarakatnya.

Selama hampir tiga jam, dialog mengalir lugas. Diiringi gemericik malam dan hamparan diskusi interaktif, warga memanfaatkan momen berharga ini untuk menumpahkan berbagai persoalan dasar—mulai dari minimnya penerangan jalan desa, masalah sampah, infrastruktur yang butuh sentuhan, hingga rumah-rumah warga yang sudah tak layak huni.

Tak sendirian, Irwan memboyong jajaran kepala perangkat daerah serta didampingi dua kepala desa setempat, Wahyuddin (Kades Bawalipu) dan M. Zainal Bachrie (Kades Lampenai). Langkah ini sengaja diambil agar setiap persoalan yang mengemuka bisa langsung direspons oleh pejabat teknis yang bertanggung jawab.

Bagi Irwan, mendatangi warga secara langsung adalah bentuk komitmen untuk memangkas jarak antara pemerintah dan rakyatnya. Masyarakat tak perlu jauh-jauh datang ke ibu kota kabupaten di Malili hanya untuk menyampaikan aspirasi.

“Ini kita permudah masyarakat. Kita yang menjemput apa yang menjadi persoalan. Termasuk infrastruktur, jalan di Wotu kita usahakan tidak ada lagi yang tidak diaspal,” tegas Irwan di hadapan warga.

Menurai Skala Prioritas dan Mengunggah Kesadaran Bersama

Satu per satu aspirasi warga dipetakan. Menanggapi permintaan penambahan lampu penerangan jalan dan perbaikan jalan desa, Irwan menjelaskan secara transparan mengenai keterbatasan anggaran dan skala prioritas yang harus diambil pemerintah daerah saat ini.

“Yang saat ini diprioritaskan adalah lampu jalan di jalan poros dulu. Soal jalan desa, tetap kita usahakan penganggarannya pada tahun berikutnya. Ini penting karena kita benahi satu per satu terlebih dahulu,” terangnya dengan tenang.

Persoalan kebersihan dan pengolahan sampah juga tak luput dari perhatian. Sembari menunjuk ke arah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang hadir di lokasi, Irwan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah semata.

“Persoalan sampah di sini ada Pak Kadis DLH. Tentunya kita juga penting untuk lebih proaktif mengedukasi warga, utamanya kepala desa untuk terus mengingatkan warganya. Kesadaran kita terhadap lingkungan yang sehat perlu disampaikan secara masif,” pesan Irwan mengimbau.

Angin Segar Bagi Rumah Tidak Layak Huni

Kabar baik berembus bagi warga yang mendambakan hunian lebih layak. Dalam dialog malam itu, Irwan memberi instruksi tegas kepada perangkat desa dan jajarannya untuk segera mendata rumah-rumah warga yang memprihatinkan agar bisa ditangani melalui program bedah rumah.

“Segera buat laporannya ke Dinas Perkimtan untuk dibuatkan bedah rumah,” pintanya.

Pertemuan malam itu bukan sekadar formalitas kunjungan kerja, melainkan ruang berbaurnya pembuat kebijakan dan rakyat kecil dalam menyusun skala prioritas pembangunan. Aspirasi dari teras Desa Arolipu kini telah dicatat, membawa harapan baru bahwa pembangunan Luwu Timur benar-benar dimulai dari suara di tingkat tapak. (rudy palapa)

Exit mobile version