Site icon Ujung Jari

“Jangan-Jangan Masuk Angin”, Junaedi Sentil Lurah Buntusu soal Pasar Malam Lapangan Tala’

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Gelombang penolakan terhadap rencana kegiatan pasar malam di Lapangan Tala’ Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, terus bergulir.

Kali ini, penolakan disuarakan Ketua Ormas Paku Terbang, Junaedi Rahman. Ia dengan tegas menyatakan tidak setuju jika Lapangan Tala’ BTP kembali dijadikan lokasi pelaksanaan pasar malam.

Menurut Junaedi, Lapangan Tala’ BTP tidak cocok digunakan untuk kegiatan tersebut. Selain berada di kawasan padat penduduk, aktivitas pasar malam dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Lapangan Tala’ BTP itu berada di tengah kawasan permukiman yang padat. Kalau digunakan untuk pasar malam, tentu akan berdampak terhadap ketertiban, kenyamanan dan aktivitas warga,” tegas Junaedi.

Ia juga mengingatkan bahwa Lapangan Tala’ BTP merupakan salah satu pusat kegiatan olahraga masyarakat setempat. Karena itu, keberadaan lapangan tersebut dinilai harus dipertahankan sebagai ruang publik yang dapat digunakan warga untuk berolahraga dan beraktivitas.

Junaedi mengatakan, pasar malam di lokasi tersebut sebelumnya sudah dua kali dilaksanakan. Namun, menurutnya, pelaksanaan tersebut justru meninggalkan berbagai keluhan dari masyarakat.

“Sudah dua kali pasar malam dilaksanakan di sana. Kesan yang ditinggalkan justru banyak keluhan dari warga. Ini harus menjadi bahan evaluasi sebelum kegiatan kembali digelar,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah kelurahan dan kecamatan tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi dari kegiatan pasar malam, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

“Jangan sampai kepentingan kegiatan tertentu mengorbankan kenyamanan warga. Lapangan Tala’ adalah fasilitas yang juga menjadi milik dan tempat beraktivitas masyarakat BTP,” katanya.

“Kami tegas menolak kalau pasar malam kembali digelar di Lapangan Tala’. Pemerintah harus mendengar aspirasi warga dan mencari lokasi yang lebih tepat,” pungkasnya.

Junaedi yang juga tokoh pemuda Tamalanrea ini mendesak lurah, meninjau kembali rekomendasi pelaksanaan pasar malam di Lapangan Tala’ Limampuloa, kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP).

Junaedi mempertanyakan sikap pihak kelurahan yang dinilainya berubah terkait rencana kegiatan pasar malam tersebut.

Menurutnya, Lurah Buntusu sebelumnya pernah menyampaikan bahwa Lapangan Tala’ tidak boleh digunakan untuk kegiatan pasar malam dan tidak seharusnya diberikan izin.

“Pak lurah sendiri pernah bilang, tidak bisami ada pasar malam di Lapangan Tala’. Jangan ada yang dikasih izin. Ternyata belakangan, pak lurah sendiri yang kasih izin. Ada apa?” kata Junaedi.

Ia meminta pihak kelurahan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai dasar pemberian rekomendasi tersebut.

Junaedi juga mempertanyakan alasan terjadinya perubahan sikap tersebut. Ia bahkan melontarkan sindiran keras terhadap Lurah Buntusu.

“Jangan-jangan Pak Lurah masuk angin,” ujarnya.

Junaedi menegaskan, penolakan terhadap pasar malam bukan semata-mata persoalan keberadaan pedagang atau kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, pihaknya mempertimbangkan kondisi Lapangan Tala’ yang berada di kawasan padat penduduk serta dampak yang berpotensi muncul selama kegiatan berlangsung.

Karena itu, ia mendesak Lurah Buntusu dan pihak Kecamatan Tamalanrea kembali mengevaluasi rekomendasi tersebut dengan mempertimbangkan aspirasi dan kenyamanan warga sekitar.

“Jangan sampai masyarakat justru dirugikan. Kalau memang sebelumnya sudah dinyatakan tidak boleh, kenapa sekarang malah diberikan rekomendasi? Ini yang harus dijelaskan kepada warga,” tegasnya.

Junaedi berharap pemerintah kelurahan tidak mengabaikan suara warga dan memastikan setiap rekomendasi kegiatan di fasilitas umum dilakukan secara transparan serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas.  (drw)

Exit mobile version