Site icon Ujung Jari

Kekeringan Meluas, 92 Ribu Warga Makassar Terdampak: 3 Juta Liter Air Sudah Didistribusikan

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Krisis air bersih akibat kekeringan belum berakhir di Kota Makassar. Pemerintah kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengerahkan armada untuk memasok air ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Hingga Selasa (15/9), sedikitnya 3.043.800 liter air bersih telah didistribusikan BPBD Makassar kepada warga terdampak. Air tersebut dikirim ke 310 titik yang tersebar di delapan kecamatan dan 58 kelurahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, mengatakan distribusi dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Distribusi terus kita lakukan. Kita melihat titik-titik yang membutuhkan air dan menyesuaikan pengiriman berdasarkan kebutuhan di lapangan,” kata Fadli.

Menurutnya, operasi penyaluran air tersebut melibatkan 25 kendaraan operasional. Seluruh armada telah melakukan 705 ritase untuk mengangkut dan mendistribusikan air ke masyarakat.

Armada yang dikerahkan terdiri atas empat mobil Damkarmat, empat mobil tangki, tiga mobil pick up dan 14 mobil dump truck.

“Armada terus bergerak untuk memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap mendapatkan pasokan air bersih,” ujarnya.

Dari total distribusi tersebut, layanan air bersih telah dirasakan 26.888 kepala keluarga atau 92.931 jiwa.

Jumlah tersebut sekaligus menggambarkan besarnya cakupan dampak kekeringan yang membutuhkan penanganan pemerintah secara berkelanjutan.

Fadli mengatakan BPBD tidak berhenti pada data awal dalam menentukan lokasi distribusi. Pemantauan dan pembaruan data terus dilakukan untuk mengetahui titik-titik yang masih membutuhkan pasokan air.

“Data terus kita update. Jadi distribusi tidak hanya berdasarkan data sebelumnya, tetapi kita sesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelasnya.

Menurut dia, pola tersebut penting agar armada yang tersedia dapat digunakan secara efektif dan pengiriman air benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.

Koordinasi dengan berbagai unsur juga terus diperkuat untuk memperlancar mobilisasi armada. Dengan cakupan wilayah yang cukup luas, pengaturan ritase menjadi bagian penting agar distribusi dapat berlangsung secara optimal.

Fadli menegaskan BPBD akan tetap bergerak selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air akibat kekeringan.

“Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, kita akan terus melakukan distribusi,” tegasnya.

Hingga kini, lebih dari tiga juta liter air telah digelontorkan untuk membantu warga Makassar melewati kondisi kekeringan. Puluhan armada pun terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya.

Bagi warga yang sumber airnya mulai mengering, kedatangan kendaraan pengangkut air bukan sekadar rutinitas penanganan bencana. Pasokan tersebut menjadi penopang kebutuhan sehari-hari di tengah ancaman kekeringan yang masih berlangsung. (rhm)

Exit mobile version