Site icon Ujung Jari

Berhari-hari Sampah Tak Diangkut, DPRD Segera Hadirkan DLH, Vendor SPBU, Pemilik Lahan TPA dan BPKD

GOWA, UJUNGJARI.COM — Sudah lebih sepekan persoalan sampah menyita perhatian masyarakat. Bukan hanya di masyarakat cuapan negatif muncul tapi di media sosial pun Gowa dibombardir sororan tajam nitizen.

Sejumlah titik dalam kota Sungguminasa dan sekitarnya kini memperlihatkan pemandangan jorok.

Tumpukan sampah menggunung bahkan tumpukan itu mulai memanjang hingga beberapa meter dari titik awal.

Sejumlah sorotan pedas tidak hanya dilayangkan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa tapi juga kepada para perwakilan rakyat melalui lembaga DPRD Gowa.

Mendapat kucuran sorotan pedis, DPRD Gowa pun bersikap segera menghadirkan sejumlah pihak yang berkaitan langsung dengan pengelolaan persampahan.

Ada empat pihak yang berkaitan dengan sampah ini yakni Dinas Lingkungan Hidup, vendor SPBU, pemilik lahan TPA Cadika dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Melalui keempat pihak ini, DPRD akan mempertanyakan apa sebenarnya kendala utama yang membuat carut marut penanganan sampah.

“Kami Akui bahwa persoalan sampah adalah masalah serius, karena menyangkut kesehatan, kenyamanan warga dan wajah Kota Sungguminasa sebagai pusat pemerintahan di Kabupaten Gowa. Kami ingin tahu apa akar masalah yang sebenarnya sehingga puluhan ribu ton sampah telah merusak pemandangan kota dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan di kawasan kota, ” kata Wakil Ketua I DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab (HAR) kepada ujungjari.com pada Minggu (20/9) sore.

HAR menekankan bahwa pimpinan DPRD Gowa segera menghadirkan pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) karena adanya penumpukan sampah setiap hari terus bertambah tanpa adanya pengangkutan dari TPS ke TPA di Pebbentengan, Caddika, Kecamatan Bajeng.

“Dewan akan mempertanyakan mengenai penyebab penumpukan, armada, tenaga kebersihan, jadwal pengangkutan, hingga pengelolaan di TPA. Kami akan Dorong langkah cepat untuk mengurai sampah yang sudah menumpuk, sekaligus membenahi sistem pengelolaan agar tidak berulang.
Sebagai wakil masyarakat dari Dapil 1 Gowa (Kecamatan Somba Opu), saya sampaikan bahwa keluhan warga adalah aspirasi yang harus diperjuangkan, bukan sekadar isu politik. Kami akan minta pemerintah daerah bekerja dengan pejabat dan perangkat yang memang memiliki kewenangan dan memahami persoalan teknis persampahan. Saat ini, masyarakat tidak membutuhkan perdebatan siapa yang salah, tapi masyarakat membutuhkan sampahnya segera diangkut dan sistem pengelolaannya dibenahi, ” tandas HAR.

Dikatakannya, DPRD tidak akan membiarkan persoalan BBM dan persoalan TPA dijadikan alasan berlarut-larut.

Menurut HAR, pemerintah kabupaten harus hadir dan menyelesaikan masalah ini sekarang, karena sampah yang menumpuk adalah bukti langsung bahwa pelayanan publik sedang terganggu.

“Informasi yang kami terima, ada dua persoalan yang harus segera diselesaikan. Pertama, operasional armada pengangkut sampah terganggu karena pembayaran BBM kepada pihak SPBU belum diselesaikan. Kedua, ada persoalan akses dan penggunaan lahan TPA yang juga harus segera mendapatkan kepastiannya. Jadi dalam waktu segera kami akan mengundang DLH, BPKD, vendor BBM (SPBU) dan pemilik lahan TPA di Pebbentengang, Caddika, ” tegas HAR.

Sementara pemantauan di lapangan, hingga Minggu sore tadi, tumpukan sampah di beberapa titik krusial semakin menumpuk dan serakannya melebar memanjang.

Salah titik mulai meresahkan adakah di pertigaan Jl Mesjid Raya ke jalanan samping Masjid Agung Syekh Yusuf atau tepat didepan kantor DPRD (Jl menuju SMPN 4 Sungguminasa).

Bukan hanya itu, tumpukan sampah beraroma busuk ini juga semakin bertambah. Di belakang gedung tujuh lantai RSUD Syekh Yusuf, sampah semakin banyak dari yang semula hanya satu meter serakan kini sudah sepanjang sekitar 10 meter di luar bak kontainer. Begitu juga di sejumlah TPS (tempat pembuangan sementara) lainnya. Sampah yang tidak terangkut kian bertambah. –

Exit mobile version