Site icon Ujung Jari

DPRD Tinjau Kondisi TPA, Segera Minta Penjelasan Delapan Pihak Terkait

GOWA, UJUNGJARI.COM — Kabupaten Gowa khususnya wilayah kota Sungguminasa dan sekitarnya kini darurat sampah. Hampir sejumlah ruas jalan yang bukan titik TPS, kini jadi TPS dadakan.

Sampah menggunung,. Sampah tumpah hingga ke jalanan dan menutupi akses jalan kendaraan. Seperti terpantau di Jl Dahlia belakang RSUD Syekh Yusuf, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu pada Senin (21/9) siang.

Sampah berserakan di jalanan, sudah sepanjang 20 meter lebih. Saat ini ada dua hal urgen yang membuat dilemas soal sampah. Yakni belum adanya anggaran pembelian solar untuk 27 armada truk sampah dan soal ditutupnya lahan TPA oleh pemilik lahan bernama Abd Kadir Nyampa.

DPRD Gowa pun mengagendakan meminta penjelasan dari sejumlah pihak terkait soal sampah ini. Ada delapan pihak yang akan dimintai penjelasan oleh DPRD yakni Kadis Lingkungan Hidup, Plt Kadis PUPR, Plt Kadis Perkimtan, Plh Kepala BPKAD, Camat Bajeng, Kades Pabbentengang, pemilik SPBU yang dikerjasamakan dengan Pemkab serta pemilik lahan TPA Abd Kadir Nyampa.

Untuk mendapatkan penjelasan real fisik, DPRD Gowa pun melakukan peninjauan ke sejumlah titik penumpukan sampah dan mengunjungi lokasi TPA di Pabbentengang, Bajeng.

Pada Senin siang kemarin, DPRD Gowa dipimpin Wakil Ketua I Hasrul Abdul Rajab dan Wakil Ketua III Tyna Haji Tino bersama sejumlah anggota dewan lainnya.

“Hari ini, kami DPRD melakukan kunjungan lapangan ke lokasi TPA di Kecamatan Bajeng untuk melihat langsung kondisi persampahan dan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. ini adalah bagian dari fungsi pengawasan DPRD, sekaligus upaya mencari solusi konkret terhadap persoalan sampah yang saat ini berdampak langsung kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan persampahan berjalan dengan baik, mulai dari pengangkutan, ketersediaan sarana dan prasarana, operasional armada hingga pengelolaan TPA, ” kata Hasrul.

Diakuinya, persoalan sampah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. DPRD akan mendorong langkah-langkah penyelesaian yang terukur dan meminta pemerintah kabupaten memastikan pelayanan persampahan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.

“Yang terpenting, kita tidak hanya melihat persoalan dari belakang meja tapi turun langsung melihat kondisi sebenarnya dan mencari solusi bersama. Besok (hari ini, red) kita jadwalkan rapat kerja dengan menghadirkan delapan pihak terkait, ” tambah Hasrul. –

Exit mobile version