Site icon Ujung Jari

Gowa Darurat Sampah, Karaeng Kio Sarankan Pemerintah Gunakan Dana Talangan Sementara

GOWA, UJUNGJARI.COM — Tokoh masyarakat sekaligus mantan Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni Karang Kio merasa prihatin dengan fenomena persampahan yang mulai mewarnai kota Sungguminasa.

Hampir semua poros jalan kota telah memperlihatkan pemandangan jorok dan semrawut pasca Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak lagi melakukan operasional pengangkutan dari titik-titik TPS (tempat pembuangan sementara) menuju TPA (tempat pembuatan akhir).

Setiap hari tumpukan sampah bertambah. Dari yang semula hanya satu meteran, kini sudah sepuluh meteran panjang tumpukan. Selain itu bau menyengat dari sampah basah sudah mulai menghiasi aroma udara dan lalat mulai membentuk kerumunan.

Pemandangan jorok ini semakin terlihat dan sudah sepekan berjalan. Gerah dengan kondisi persampahan ini, Karaeng Kio pun menyarankan agar pemangku kebijakan duduk bersama membahas dan mencari solusi untuk mengatasi persampahan ini.

Bagi pamong senior yang juga mantan Wakil Bupati Gowa dua periode ini, duduk bersama adalah solusinya.

Kondisi sampah di belakang gedung RSUD Syekh Yusuf Gowa. (foto/ist)

“Solusi sampah ini adalah duduk bersama. Pemerintah harus siapkan dana talangan sementara. Pemerintah kabupaten siapkan dulu dana talangan ini demi kepentingan masyarakat. Pemerintah harus talangi dulu, mungkin secara pribadi misalnya, sambil menunggu pencairan anggaran untuk belanja daerah ini, ” kata Karaeng Kio pada Senin (21/9) siang.

Selain soal dana talangan untuk mengatasi pembelian solar untuk armada truk sampah, pemerintah juga duduk bersama dengan pemilik lahan TPA agar membuka sementara lahan TPA agar sampah bisa dibuang ke sana.

“Iya jadi selain soal biaya solar, begitu juga pemilik lahan, berilah dulu ruang kepada DLH untuk membuang sampah ke TPA. Setelah itu baru bahas soal status lahan itu dengan pemerintah. Soal sampah ini urgen karena ada dampaknya ke masyarakat luas. Jadi sebaiknya semua pihak harus berpikir jernih demi kepentingan masyarakat banyak,” kata Karaeng Kio. –

Exit mobile version