GOWA, UJUNGJARI.COM — Sangat riskan. Gegara armada truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup tak terlayani solar lagi sejak 16 September 2026, akhirnya 27 armada tersebut, tinggal mengandang di halaman kantor DLH Kabupaten Gowa yang terletak di Jl Manggarupi, Kelurahan Batangkaluku, Kabupaten Gowa.
Ribuan ton sampah kini hanya menumpuk berserakan di atas pinggir jalan bahkan ke bahu jalan. Siapa salah?
Pertanyaan ini memang menjadi akar, namun sekarang bukan waktunya mencari siapa yang salah melainkan solusi. Bagaimana caranya sampah tidak bertumpuk dan terus bertambah dari waktu ke waktu.
Bagaimana cara agar sampah ini hilang dari pandangan pagi, siang, sore dan malam? Tentu jawabnya adalah armada truk sampah yang sedang terparkir diam di halaman kantor DLH harus bergerak. Caranya? Harus diisi solar. Anggarannya? Harus dicairkan oleh Pemkab Gowa melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Bagaimana mencairkannya ? Semua kembali ke aturannya.
Terus, jika armada bergerak mengangkut sampah, dibuang kemana? Sementara akses masuk ke lahan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah di Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa ditutup oknum warga pemilik lahan karena berharap lahannya yang tersisa 6 hektar harus dibayarkan oleh Pemkab Gowa.
Apa kendalanya sehingga anggaran operasional DLH tidak cair juga 6 haktare lahan TPA belum dibayarkan? Kenapa? Karena pemangku jabatan yang saat ini berstatus Plh (pelaksana harian) tidak memiliki kewenangan lebih untuk mengelola anggaran di luar anggaran rutin (gaji).
Sekarang masalah ini sudah dibedah di meja DPRD Gowa diawali dengan rapat gabungan komisi yang menghadirkan seluruh pihak terkait dalam persampahan ini. DPRD kini menjajaki akarnya lalu mencari solusinya setelah mendengarkan alasan dari masing-masing pihak. Selasa (22/9) pukul 10.00 hingga pukul 14.30 Wita, rapat gabungan komisi itu telah digelar.
Pimpinan dewan dan anggota perwakilan komisi sudah saling mengeluarkan pendapat dan tanggapannya. Kini persoalan sampah sudah memasuki babak pencarian solusi.
“Setelah kami mendengarkan seluruh penjelasan dari pihak terkait seperti DLH, BPKD, PUPR, Bidang Aset dan Dinas Perkimtan, maka kami dewan berharap segera ada solusinya. Apakah dicarikan atau dipinjamkan anggaran sementara dan dicarikan lahan sementara sebagai alternatif pembuangan, semua itu harus segera dilakukan sambil pihak Perkimtan, PUPR, DLH, Aset dan BPKD melakukan pembicaraan secara pendekatan persuasif kepada pemilik lahan. Dan atau dinas terkait seperti PUPR mengupayakan pembukaan akses dari jalur lain selain jalur lama (yang ditutup pemilik lahan). Dewan akan membantu. Kami memang sudah melakukan peninjauan langsung ke TPA untuk melihat kondisi pembuangan akhir sampah. Prinsip yang kami harapkan, Gowa aman, indah dan tidak jorok lagi, ” urai Wakil Ketua I DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab yang memimpin rapat gabungan komisi di ruang rapat paripurna DPRD Gowa tadi siang.
Sementara menyoal sampah. Menurut Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa Azhari Azis mengatakan, setiap hari produksi sampah masyarakat Gowa khususnya di wilayah ibukota dan sekitarnya itu rerata mencapai 200 ton per hari.
Dan saat ini pengangkutan tidak lagi berjalan sejak 16 September 2026 lalu. Jika berhitung dari awal tak beroperasi yakni 16 September berarti sudah tujuh hari sampah tidak terangkut.
“Jika kita berhitung dari awal tidak ada pengangkutan lagi maka praktis sudah tujuh hari tidak ada pengangkutan. Satu hari kubikasi sampah mencapai 200 ton. Jika tujuh hari tak ada pengangkutan berarti Gowa telah menghasilkan sampah 1.400 ton dalam tujuh hari ini. Jumlah ini tentu akan bertambah lagi dan itu setiap hari, ” kata Azhari Azis.
Kubikasi hingga 200 ton perhari itu hanya untuk wilayah Kecamatan Somba Opu saja, belum wilayah kota sekitaran Somba Opu. Itupun produksi langsung masyarakat Somba Opu.
“Bagaimana dengan warga yang melintas lalu menyumbang juga sampah bawaannya ? Otomatis volume sampah akan meningkat berlipat-lipat. Sekarang jalan keluarnya yang harus kita pikirkan bersama-sama. Kita berdoa semoga pemerintah segera menemukan solusi terbaik, ” kata Kadis LH lagi. –
