Site icon Ujung Jari

Kementerian PU Tambah Tujuh Gedung Sekolah Rakyat di Sulsel, Luwu Timur Dapat Jatah

MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) terus mempercepat perluasan sarana pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah. Di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), KemenPU memastikan penambahan pembangunan 7 gedung Sekolah Rakyat yang tersebar di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Gowa, Toraja, dan Luwu Timur.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar pemerintah pusat dalam membangun fondasi kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk memberikan jaminan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Sulsel dapat 7 lokasi. Inilah gambaran bagaimana Pak Presiden benar-benar menyiapkan Indonesia Emas 2045. Salah satu fondasi utamanya adalah Sekolah Rakyat ini, makanya adik-adik kita dari keluarga prasejahtera kita fasilitasi agar bisa bersekolah,” ujar Dody.

Pembangunan 7 unit Sekolah Rakyat di Sulsel ini masuk dalam pengerjaan tahap ketiga. KemenPU menargetkan seluruh proses konstruksi fisik gedung dapat rampung sepenuhnya pada Juni 2027.

Penambahan unit ini sekaligus mempercepat target jangka panjang pemerintah dalam pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia sebelum akhir dekade ini.

“Itu sedang dan akan kita kerjakan dengan target selesai pada Juni 2027. Pokoknya target Pak Presiden sebelum 2029, minimal ada satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten. Insya Allah target ini bisa kita capai bersama-sama,” tegas Dody.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal membenarkan bahwa pengerjaan fisik untuk 7 sekolah tersebut akan segera dimulai.

Pemerintah menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat tidak boleh dipandang sebatas proyek pembangunan infrastruktur fisik semata. Lebih dari itu, Sekolah Rakyat difungsikan sebagai instrumen sosial yang memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui keterbukaan akses pendidikan.

Dengan hadirnya Sekolah Rakyat di daerah-daerah seperti Gowa, Toraja, hingga Luwu Timur, anak-anak dari latar belakang ekonomi lemah diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak, aman, dan memadai tanpa terkendala biaya.

Exit mobile version