JAKARTA,UJUNGJARI.COM — Lebih dari 40 perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul bersama para pendidik Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia di Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Pertemuan ini digelar dalam rangka Pertemuan Pemangku Kepentingan Pendidikan Program BRIDGE Tahunan 2026.
Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara utama, yaitu Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Ibu Suharti; Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Dr. Abdul Basid; serta CEO Cool+ Australia, Thea Stinear. Diskusi berfokus pada berbagai tantangan perubahan iklim yang dihadapi Indonesia dan Australia.
“Program BRIDGE membangun hubungan erat antara sekolah dan komunitas di Australia dan Indonesia. Acara hari ini menyoroti bagaimana BRIDGE memberi kesempatan bagi guru dan siswa untuk memahami tantangan perubahan iklim bersama, sekaligus menerapkan pembelajaran tersebut melalui kegiatan praktis,” ujar Chloe Ashbolt, Konselor Hubungan Masyarakat Kedutaan Besar Australia di Indonesia.
Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia yang didanai oleh Pemerintah Australia ini bertujuan membangun kemitraan antarguru, siswa, dan komunitas sekolah di kedua negara, sekaligus memfasilitasi pengembangan pengetahuan serta keterampilan baru bagi para pendidik.
Sejak diluncurkan pada tahun 2008, Program BRIDGE telah menjalin 263 kemitraan sekolah yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia serta seluruh negara bagian dan wilayah di Australia.
