MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Belasan murid SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, berkunjung ke Galeri De La Macca di Jalan Borong Raya Nomor 75A untuk melihat Pameran Tunggal Seni Rupa bertema “Pasar, Transaksi Rupa dalam Gua Batu” karya Ishakim.
Murid-murid kelas 3 dan kelas 4 itu, bukan hanya memperhatikan lukisan dengan cermat, tetapi juga mencatat apa saja yang jadi kesan mereka terhadap lukisan-lukisan karya perupa kelahiran Ujung Pandang tersebut.
Pameran Tunggal Seni Rupa yang mengusung Spirit Leang-Leang ini menghadirkan 19 karya lukis bercorak ekspresif sponton. Lukisan-lukisan itu dibuat menggunakan bahan akrilik, pastel krayon di atas karton. Rata-rata ukuran lukisannya 40×30 cm.
Delapan karya di antaranya menggunakan bubuk limbah marmer yang diambil langsung dari kawasan Leang-Leang, Maros. Leang-Leang dalam bahasa Makassar berarti gua-gua.
Leang-Leang merupakan taman prasejarah yang jadi bagian dari Kawasan Karst Maros-Pangkep. Kawasan ini masuk dalam Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung dan Geopark Maros-Pangkep UNESCO.
Di sini terdapat lukisan-lukisan figuratif dan cap tangan peninggalan manusia purba berusia antara 40.000 hingga 51.200 tahun.
Anak-anak mengaku ini pengalaman pertama mereka melihat langsung pameran seni rupa. Mereka pun mencatat detail-detail lukisan yang dilihat, terutama bentuk dan objeknya.
Ada yang menulis bahwa ia melihat putri duyung, orang-orang yang sedang berada di pasar, tukang parkir, dan payung. Ada juga yang menyebutkan bahwa di salah satu lukisan Ishakim terdapat orang yang membawa ikan, pantai, dan perahu.
Selain itu, ada pula gambar orang yang sedang menari, dan orang-orang yang saling bercerita satu sama lain.
Tak cuma mencoba memahami lukisan, beberapa anak malah menggambar langsung di tempat. Dengan pulpen dan buku bergaris yang dibawa, anak-anak melantai sambil menggambar, atau menaruh bukunya di atas meja.
Masing-masing memilih lukisan yang hendak ditiru. Azkayra, Aulia, Adena Deva, Saqueena, Alifa, dan Aqila, yang merupakan murid kelas 4 menggambar sesuai kesukaannya.
Begitupun dengan Qeena dan Aurel, murid kelas 3, juga membuat gambar sesuai pilihannya.
Goenawan Monoharto, owner penerbit De La Macca, yang kantornya juga dijadikan galeri, menyambut kehadiran murid-murid SD itu dengan hangat. Ia memberi keleluasaan bagi anak-anak untuk mengesplorasi pameran sesuai pemahaman mereka.
Selama berada di Galeri De La Macca, murid-murid SD Negeri Borong ditemani oleh Elyda Alawiah, Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu SDN Borong, dan Rusdin Tompo, penggiat Sekolah Ramah Anak.
Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Andi Etty Cahyani, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa kunjungan ke galeri untuk melihat pameran seni rupa merupakan cara sekolahnya mendorong murid-muridnya agar kreatif dalam berkarya.
Harapannya, kata Andi Etty, setelah berkunjung anak-anak mendapat inspirasi, lebih percaya diri, dan tergerak untuk menciptakan sesuatu sesuai potensi dan bakatnya.
Dikatakan bahwa kunjungan ini juga merupakan bagian dari program inovasi Gembira, akronim dari Gerakan Membaca, Bercerita, Menulis, Kriya, Kreasi.
Pameran Tunggal Seni Rupa bertema “Pasar, Transaksi Rupa dalam Gua Batu” karya Ishakim ini didukung oleh Dana Indonesia Raya Kementerian Kebudayaan RI.
Ishakim bukan cuma dikenal sebagai perupa. Seniman yang pernah menimba ilmu di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini, juga merupakan aktor teater dan film. Selain itu, perupa yang aktif di berbagai forum seni budaya ini, juga menulis puisi dan cerpen.
Pameran Tunggal Seni Rupa bertema “Pasar, Transaksi Rupa dalam Gua Batu” ini, berlangsung mulai tanggal 1-4 Oktober 2026.
