MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Siapa bilang cuan hanya bisa didapat dari pekerjaan kantoran? Generasi Z di Makassar kini ditawari peluang menghasilkan pendapatan melalui konten digital bertema pertanian.
Peluang itu ditawarkan Direktur Utama PT Super Tani Indonesia (STI), Andi Undru Mario (AUM), dalam program Ngopi dan Dialog (Ngopi Lo) yang digelar di Kafe Terra Cotta, Jalan Bonto Sunggu, Makassar.
Acara tersebut diikuti ratusan Gen Z dari berbagai perguruan tinggi di Kota Makassar. Suasananya dibuat santai dengan menghadirkan tiga host Carita Campuruk Makkala (CCM) TVRI Sulsel, yakni Idris Baba Ong, Vira KDI, dan Budiman Salam.
Dalam dialog tersebut, AUM mengungkap strategi baru STI dalam mempercepat pemasaran produk pupuk dengan menggandeng kekuatan generasi muda dan media sosial.
Menurutnya, Gen Z memiliki potensi besar karena tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital dan memiliki kemampuan membuat serta menyebarkan konten dengan cepat.
“Saya meyakini, dengan pelibatan Gen Z, omzet yang kita target lima musim, insyaallah, bisa dicapai dalam satu musim. Karena era sekarang adalah era digitalisasi dan Gen Z memiliki peranan besar,” ujar AUM.
Bikin Konten, Sebar, Dapat Bonus
AUM menawarkan kesempatan kepada peserta untuk menjadi bagian dari tenaga pemasaran STI melalui konten kreatif.
Konsepnya sederhana. Generasi muda dapat membuat konten mengenai pupuk Super Tani Indonesia, kemudian menyebarkannya melalui media sosial. Jika konten tersebut mampu mendatangkan pembeli bagi perusahaan, kreator akan mendapatkan bonus.
“Adinda dan ananda, cukup duduk-duduk saja, buat konten, dan sebar di media sosial kalian. Insyaallah, akan menghasilkan cuan,” kata AUM.
Tawaran tersebut langsung disambut tepuk tangan peserta.
Skema tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana media sosial kini tidak hanya menjadi ruang untuk hiburan dan aktualisasi diri, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran dan sumber penghasilan.
Bagi STI, keterlibatan Gen Z juga menjadi bagian dari strategi akselerasi pemasaran di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin dekat dengan platform digital.
Anak Muda Jangan Hanya Jadi Penonton Pertanian
Selain membahas peluang ekonomi melalui konten digital, Ngopi Lo juga mengangkat persoalan masa depan pertanian.
Akademisi sekaligus praktisi pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Amruddin Ambo Enre, mengapresiasi langkah STI yang mencoba mempertemukan sektor pertanian dengan generasi muda.
“Saya siap mendukung dan juga mendoakan kesuksesan PT Super Tani Indonesia,” ujar Amruddin.
Ia mengajak mahasiswa untuk tidak melihat pertanian sebagai profesi yang hanya berkaitan dengan aktivitas di sawah atau kebun.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka banyak ruang baru dalam sektor pertanian, mulai dari produksi, teknologi, pemasaran, hingga industri kreatif.
“Pertanian adalah profesi dan peluang bisnis masa depan. Ini juga menjadi ladang pahala karena mampu menghidupi banyak orang,” katanya.
Karena itu, generasi muda dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam membangun sektor pertanian. Tidak harus semuanya turun langsung menjadi petani, tetapi dapat terlibat melalui teknologi, edukasi, bisnis, pemasaran maupun konten kreatif.
Pertanian Bertemu Dunia Digital
Ngopi Lo STI mencoba mempertemukan dua dunia yang selama ini kerap dianggap berbeda: pertanian dan dunia digital.
Di satu sisi, pertanian membutuhkan regenerasi dan inovasi. Di sisi lain, Gen Z memiliki kreativitas, kemampuan komunikasi digital, serta akses terhadap media sosial yang sangat luas.
Kolaborasi keduanya diharapkan dapat melahirkan pola baru dalam mengenalkan produk pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi bagi anak muda.
Pesan yang ingin dibangun pun cukup sederhana: pertanian bukan hanya soal bertani, tetapi juga soal bisnis, teknologi, kreativitas, dan peluang masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, AUM juga memberikan apresiasi berupa uang kepada sejumlah peserta yang aktif mengajukan pertanyaan.
Ngopi Lo pun menjadi ruang dialog yang tidak hanya membahas bisnis STI, tetapi juga mengajak generasi muda melihat pertanian dari perspektif berbeda: sektor strategis yang bisa menjadi sumber penghidupan sekaligus peluang usaha di era digital. (**)
