Site icon Ujung Jari

Bupati Soppeng Tinjau ProASN, Pesan ASN Terus Berbenah untuk Pelayanan Lebih Baik

SOPPENG, UJUNGJARI.COM — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meninjau langsung pelaksanaan ProASN (Profiling ASN) yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Makassar.

Pelaksanaan ProASN tersebut telah dimulai sejak 6 Juli. Peninjauan dilakukan Bupati untuk memastikan proses pemetaan potensi dan kompetensi ASN berjalan lancar, transparan, serta sesuai dengan prosedur yang ditetapkan secara nasional.

Dalam kesempatan itu, Suwardi Haseng berpesan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng agar terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kapasitas diri.

Menurutnya, ProASN tidak boleh dipandang sekadar sebagai tahapan administratif atau formalitas kepegawaian. Sebaliknya, program tersebut harus menjadi momentum bagi setiap ASN untuk melakukan introspeksi sekaligus mengetahui potensi dan kompetensi yang dimiliki.

“Teruslah berbenah. Hasil ProASN ini harus menjadi cermin untuk memperbaiki kinerja. Pada akhirnya, tujuan kita adalah pelayanan publik yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih memuaskan masyarakat,” ujar Suwardi Haseng di sela peninjauan.

ProASN merupakan program nasional BKN untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN secara digital dan terukur. Program ini menjadi salah satu fondasi dalam pembangunan Sistem Merit dan Manajemen Talenta Nasional.

Melalui pemetaan tersebut, data kompetensi pegawai dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan kepegawaian, mulai dari penempatan jabatan, promosi, mutasi, hingga penyusunan Individual Development Plan (IDP) atau rencana pengembangan individu.

Pelaksanaan ProASN menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) sehingga proses pengukuran dapat dilakukan secara cepat, transparan, dan akuntabel.

Terdapat tiga aspek utama yang diukur dalam ProASN. Pertama, potensi psikometri untuk mengukur karakter dan potensi dasar pegawai.

Kedua, kompetensi manajerial dan sosial kultural yang berkaitan dengan kemampuan kepemimpinan, pengelolaan pekerjaan, serta kemampuan berinteraksi di lingkungan sosial dan organisasi.

Ketiga, literasi digital yang menjadi salah satu kompetensi penting bagi ASN di tengah transformasi pemerintahan menuju layanan berbasis digital.

Suwardi berharap seluruh ASN Pemkab Soppeng mengikuti proses tersebut dengan serius dan menjunjung tinggi integritas.

Ia menekankan, ASN yang kompeten dan berintegritas merupakan salah satu kunci penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional sekaligus mendukung visi pembangunan Kabupaten Soppeng yang maju dan berdaya saing.

Dengan pemetaan potensi dan kompetensi yang akurat, pemerintah daerah diharapkan mampu menerapkan prinsip “the right man on the right place”, sehingga penempatan ASN dapat dilakukan berdasarkan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

“ASN harus terus belajar, beradaptasi dan meningkatkan kemampuan. Karena tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah juga terus berubah,” tegasnya.

Bagi Suwardi, pembenahan birokrasi pada akhirnya bukan hanya tentang meningkatkan kinerja aparatur, tetapi bermuara pada satu tujuan utama, yakni menghadirkan pelayanan pemerintah yang semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Soppeng. (Daus)

Exit mobile version