Site icon Ujung Jari

Barcode Solar Subsidi Diduga Disalahgunakan Berulang Kali, Pengawasan SPBU Dipertanyakan

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Seorang konsumen bahan bakar minyak (BBM) subsidi, H Kurdass (75), mengeluhkan dugaan penyalahgunaan barcode pengisian solar subsidi miliknya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Barcode yang terdaftar pada kendaraan bernomor polisi DD 8308 XZ itu disebut telah berulang kali digunakan pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Bahkan, penggunaan terbaru terdeteksi di SPBU 7491509 yang berada di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (11/10/2026).

H Kurdass mengaku mengetahui dugaan penyalahgunaan tersebut saat hendak mengisi solar subsidi. Namun, petugas SPBU menyampaikan bahwa kuota pengisian kendaraannya telah habis karena tercatat sudah melakukan pengisian sebanyak 50 liter.

“Sudah berapa kalimi barcodeku dipakai sama orang. Saya tahu itu karena waktu saya mau mengisi solar, petugas SPBU bilang hari ini sudah habis kuotanya, sudah diisi 50 liter,” ungkap H Kurdass.

Kondisi tersebut membuat H Kurdass curiga barcode miliknya telah digunakan oleh pihak lain tanpa izin. Ia bahkan menduga ada oknum petugas SPBU yang terlibat dalam penyalahgunaan barcode tersebut.

Meski demikian, dugaan keterlibatan oknum petugas SPBU itu masih perlu ditelusuri dan dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

H Kurdass mendesak PT Pertamina agar segera menindaklanjuti keluhannya dengan melakukan penelusuran terhadap riwayat transaksi barcode kendaraannya, termasuk pengisian solar subsidi yang tercatat di SPBU 7491509, Mamuju.

Ia juga meminta Pertamina mengusut kemungkinan penyalahgunaan data kendaraan serta menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Menurutnya, sistem barcode pengisian solar subsidi seharusnya melindungi hak konsumen yang berhak menerima BBM bersubsidi, bukan justru membuka celah bagi pihak lain untuk memanfaatkan kuota tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan.

Hingga berita ini diturnkan, belum ada keterangan dari pihak Pertamina maupun pengelola SPBU 7491509 terkait dugaan penyalahgunaan barcode tersebut.

Klarifikasi dan pemeriksaan diperlukan untuk memastikan bagaimana transaksi pengisian solar sebanyak 50 liter itu bisa tercatat menggunakan barcode milik H Kurdass. (drw)

Exit mobile version