GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebuah perusahaan konstruksi bernama PT Tri Star Mandiri (TSM) menggelar TSM Open Tournament 2026. Dalam agenda pelaksanaannya yang akan dihelat pada 24-28 Oktober 2026 di GOR Poltekkes Makassar ini, panitia menyiapkan hadiah besar dengan total ratusan juta rupiah.
Turnament ini ditarget diikuti sekira 300-an pebulutangkis kategori amatir atau pemula yang berada di Sulawesi Selatan maupun dari luar Sulawesi. Kejuaraan bulutangkis terbuka ini terbagi dalam lima spesimen atau kategori tanding yakni C Under, D Non, Ganda Putri, Mix Dewasa dan Ganda Putra Binaan.
Untuk pendaftaran, para calon peserta disilahkan mendaftar manual dengan menghubungi nomor kontak person 0852-9885-9845 (Tetta Kusnadi). Pendaftaran mulai 13-23 Oktober 2026.
Open turnament ini dihelat PT TSM bekerjasama PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Sulsel.
Ketua Panitia TSM Open Tournament 2026 Syaiful Bachri menjelaskan, selama pertandingan terlaksana seluruh peserta akan terfasilitasi asuransi.
“Karena itu ayo para pebulutangkis silahkan ikut karena ini terbuka bagi semua pemain amatir atau pemula. Hadiahnya besar. Untuk juara utama C Under lima belas juta rupiah, D Non dua belas juta rupiah, ganda putri delapan juta, mix dewasa delapan juta rupiah dan ganda putra binaan empat juta rupiah. Silahkan mendaftar sebelum pendaftaran closing pada 23 Oktober mendatang, ” kata Syaiful.
Sementara itu, Agus Rahman selaku Pimcab PT TSM sekaligus Ketua PB TSM didampingi Salim (bendahara PB TSM) mengatakan, kejuaraan terbuka ini merupakan turnamen kali kedua untuk cabang olahraga bulutangkis yang digelar oleh TSM.
Harapan Agus, turnamen ini mampu menggali bakat-bakat juara bagi para pemain amatir atau pemula. Namun meski kategori amatir, pihaknya berharap turnamen ini menjadi pioner pelaksanaan terbaik. Alasannya, karena hanya di kejuaraan yang dibuat oleh TSM ini, pesertanya difasilitasi asuransi sebagai jaminan bagi pemain selama bertanding.
“Inilah inovasi kami yang membuat beda dengan turnamen bulutangkis lainnya. Tentunya ini menjadi pembeda dan bisa me jadi percontohan turnamen-turnamen bulutangkis di Sulsel ini. Dan karena terbuka maka tentu siapapun pemain amatir atau pemula bisa ikut. Jelas ini Sangat potensi bagi kita untuk mendapatkan bibit-bibit handal bulutangkis dan itu hanya ada di TSM Open Tournament, ” terang Agus.
Meski kelasnya standar amatir, namun bagi Agus, kualitas teknis dan administrasi pertandingan tetap menjadi prioritas utama. Hal paling mendasar adalah adanya rekomendasi dari Pengurus Provinsi PBSI Sulsel.
Panitia telah mengantongi rekomendasi resmi dari Pengprov PBSI Sulawesi Selatan. Sementara khusus untuk kategori pemula, panitia memberlakukan aturan batasan usia maksimal 18 tahun.
Dia pun meyakini, peserta akan antusiasme mengikuti turnamen ini terbukti banyak pebulutangkis dari berbagai klub telah menyatakan kesiapannya untuk ikut, termasuk beberapa calon peserta dari luar Sulawesi seperti dari Jawa yang dominan akan ikut di kelompok C Under.
Agus pun mengisahkan bahwa turnamen ini lahir dari hobi para karyawan dan manajemen PT TSM terhadap olahraga bulu tangkis. Tingginya animo komunitas bulu tangkis akhirnya mendorong perusahaan untuk menggelar kejuaraan berskala terbuka secara berkesinambungan.
“Jadi awalnya itu cuma sekadar mabar, tiba-tiba kejuaraan sering berjalan. Karena teman-teman sering bertanya, kok TSM tidak buat? Maka kita coba buat di awal tahun, alhamdulillah sukses. Lalu kita buka yang open-nya ini,” kata Agus.
Sementara itu Ketua Umum PSMTI Sulsel Thiawudy Wikarso mengatakan, turnamen ini menjadi ruang potensi mendeteksi para pebulutangkis muda berbakat.
Thiawudy sekaligus Direksi PT TSM ini mengatakan, tidak menutup kemungkinan bermula dari open tournament ini pembinaan akan dilakukan lebih intensif, bahkan membuka peluang terbentuknya klub khusus bulu tangkis di bawah naungan kolaborasi ini.
Thiawudy berharap para peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, memperluas jejaring, serta melahirkan bibit-bibit unggul baru yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat regional maupun nasional.
“Jadi ini untuk pertama kalinya PSMTI bekerja sama dengan Pengcab PBSI dan TSM untuk melakukan turnamen ini. Memang di PSMTI sendiri ada bidang olahraga dikembangkan. Salah satunya itu wushu, kempo, taekwondo. Cuma untuk pertama kali kolaborasi di bidang bulutangkis ini dilaksanakan,” ungkap Thiawudy.
Diakuinya, PSMTI secara rutin aktif menggelar kegiatan sosial seperti donor darah dan bakti sosial lainnya termasuk family fun walk yang sukses diikuti 1.300 peserta di CPI. –
