GOWA, UJUNGJARI.COM — Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di wilayah Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Kurun dua hari ini sejak Sabtu dan Minggu (17-18/10) karhutla menguasai sekitar 17 hektare lahan semak belukar dan kawasan pinus di hutan lindung di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong.
Dari 17 hektare ini masing-masing 15 hektare di Lingkungan Batulapisi dan 2 hektare di Lingkungan Karampuang. Lahan mengering itu kini habis dirambah api sejak Sabtu (17/10) sekira pukul 19.30 Wita.
Didalam kawasan hutan lindung ini menghampar rumput dan semak belukar yang sudah mengering akibat kemarau panjang. Juga terdapat pohon pinus. Sementara pada Sabtu (18/10) pada pukul 09.00 Wita, titik api melebar di kawasan hutan lindung Karampuang.
Api melalap hamparan rumput dan semak kering hingga mencapai luasan 2 Hektare. Hingga kini sumber api di dua lokasi belum. Diketahui. Api baru bisa dikuasai pada pukul 15.38 Wita berkat gotong royong pemadaman yang melibatkan personel TNI dari Koramil 1409-07 Tinggimoncong, Polsek Tinggimoncong, personel Manggala Agni, personel dari KSDA, masyarakat dan pemerintah setempat serta sejumlah mahasiswa KKN UNM dan komunitas MPA (Masyarakat Peduli Api). Sementara di titik Batulapisi, api baru bisa dikuasai pada pukul 22.40 Wita.
Dalam pemadaman api di lokasi karhutla ini, masyarakat menggunakan alat manual berupa jet suter dibantu 1 unit Damkar milik Manggala Agni.
Menyikapi karhutla yang makin sering terjadi kurun beberapa hari ini, Camat Tinggimoncong Hikmatullah mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap kekeringan saat ini.
Dikatakan Hikmatullah dengan kondisi kekeringan yang cukup tinggi dan angin kencang di lembah dan ngarai sangat potensi terjadinya karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah dengan jumlah besar ataupun membuang puntung rokok dalam keadaan masih punya bara. Juga kami imbau para petani untuk tidak membakar lahan setelah panen padi ataupun panen tanaman lainnya hanya dengan alasan untuk menyuburkan tanah buat berkebun, ” kata Hikmatullah.
Diakui Camat Tinggimoncong, karhutla sangat merugikan bahkan dampaknya kepada kesehatan manusia sangat besar.
Beberapa jalur rambah api sudah berhasil dipadamkan namun beberapa bagian lagi lainnya masih terbakar. Salah satu penghambatnya adalah medan terjal yang susah untuk dijangkau armada Damkar Manggala Agni terlebih masyarakat yang menggunakan alat seadanya. –
