Site icon Ujung Jari

Dubes Inggris Hadiri Pelepasan 60 Peserta Micro-Internship di PLUT Sulsel, Program Kolaborasi British Council dan Trio Pabeta Indonesia

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Trio Pabeta Indonesia selaku mitra pelaksana (implementing partner) Program Inclusion Hub dalam kerangka Skills for Inclusive Digital Participation (SIDP) menggelar kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Peserta Program Micro-Internship bertajuk “Belajar Langsung dari Pemilik UMKM Sulawesi Selatan”, Senin (19/10/2026), bertempat di UPT PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, bersama Country Director Indonesia dan Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, Kepala UPT PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Selatan Luqi Ubaidi Azis Halim, serta para pemilik UMKM, mentor, fasilitator, dan peserta program.

Dalam sambutannya, Dominic Jermey menekankan bahwa penguasaan teknologi digital harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesempatan ekonomi masyarakat.

“Teknologi menjadi penting karena apa yang dapat dilakukan manusia dengannya. Ukuran keberhasilannya sederhana: apakah teknologi dapat membantu seseorang mendapatkan pekerjaan, memperoleh pelanggan, mengelola keuangan dengan percaya diri, atau mengembangkan sebuah gagasan menjadi sesuatu yang lebih besar,” ungkap Dominic Jermey, sebagaimana diterjemahkan dari naskah sambutannya.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan program SIDP yang tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan digital, tetapi juga membuka jalan bagi peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan mereka dalam kegiatan usaha dan dunia kerja.

“Pelatihan dapat membuka sebuah pintu, tetapi pendampingan, pengalaman kerja, akses keuangan, pasar, dan jejaringlah yang membantu seseorang melangkah melewati pintu tersebut,” lanjutnya.

Melalui Trio Pabeta Indonesia, Program Inclusion Hub sebelumnya telah memberikan penguatan kapasitas kewirausahaan dan keterampilan digital kepada 200 peserta melalui kegiatan Inclusion Hub Bootcamp.

Sebagai tindak lanjut, sebanyak 60 peserta terpilih dari 200 alumni Bootcamp kini memasuki tahapan Micro-Internship. Para peserta dibagi ke dalam 10 kelompok dan akan belajar langsung bersama 10 UMKM dan perusahaan mitra di Makassar dan sekitarnya selama satu bulan, mulai 19 Oktober hingga 19 November 2026.

Project Manager Inclusion Hub Trio Pabeta Indonesia, Bachtiar Baso, menjelaskan bahwa program Micro-Internship dirancang sebagai jembatan antara keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan dengan kebutuhan nyata dunia usaha.

“Kami percaya bahwa pembelajaran tidak cukup hanya di ruang pelatihan. Karena itu, melalui Micro-Internship, kami ingin memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung dari praktik usaha nyata, memahami bagaimana sebuah bisnis dijalankan, menghadapi tantangan, dan menciptakan peluang,” ungkap Bachtiar Baso.

Menurutnya, pendekatan belajar langsung dari pemilik UMKM memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pelatihan konvensional.

Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang bisnis, tetapi juga berkesempatan memahami proses pengambilan keputusan, pengelolaan operasional, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan merek dan produk.

Program ini juga dirancang untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan antara peserta dan UMKM mitra. Peserta memperoleh pengalaman dan wawasan kewirausahaan, sementara pelaku usaha berkesempatan mendapatkan ide, kreativitas, dan perspektif baru dari generasi muda yang telah dibekali keterampilan digital.

“Harapan kami, pengalaman selama satu bulan ini bukan sekadar menambah pengetahuan peserta, tetapi juga membangun kepercayaan diri, memperluas jejaring, dan membuka kesempatan ekonomi yang lebih nyata. Kami ingin para peserta tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan keterampilan digital untuk menciptakan nilai tambah bagi usaha dan masa depan mereka,” tambah Bachtiar.

Dalam rangkaian kegiatan, Dominic Jermey juga berdialog dengan sejumlah peserta untuk mendengarkan pengalaman mereka selama mengikuti pelatihan, keterampilan yang telah diperoleh, serta harapan dan tantangan yang akan mereka hadapi dalam memasuki dunia usaha.

Selain menghadiri kegiatan pelepasan peserta Micro-Internship, delegasi Kedutaan Besar Inggris dan British Council juga meninjau pelaksanaan penguatan literasi keuangan yang diselenggarakan oleh Ruang Kolaborasi Perempuan (RKP). Pada kesempatan tersebut, peserta memperkenalkan produk usaha mereka serta menunjukkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran dan pengembangan bisnis.

Secara nasional, program SIDP telah memberikan pelatihan keterampilan digital kepada 8.534 orang di lima provinsi di Indonesia sepanjang 2021–2025, termasuk 2.034 perempuan dan 1.859 penyandang disabilitas.

Melalui pengembangan program lanjutan di Makassar, sebanyak 400 penerima manfaat menjadi sasaran penguatan kapasitas dan perluasan kesempatan ekonomi.

Exit mobile version