Site icon Ujung Jari

ASUS Gebrak Pasar, Laptop AI hingga 1 Petaflop Dibanderol Rp113 Juta

JAKARTA, UJUNGJARI.COM — ASUS resmi menghadirkan ProArt P14 dan ProArt P16 di Indonesia, Selasa (20/10). Dua laptop kreator profesional ini mengandalkan superchip NVIDIA RTX Spark™ dengan kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal, tanpa harus selalu terhubung ke internet.

ASUS ProArt P14 dibekali Unified Memory 64GB, sedangkan ProArt P16 memiliki kapasitas 128GB. Kombinasi CPU dan GPU dalam satu sistem memori tersebut memungkinkan kreator menjalankan model AI generatif, mengolah video beresolusi tinggi, hingga menangani workflow Agentic AI langsung dari perangkat.

Kehadiran kedua perangkat ini menyasar kreator profesional, mulai dari seniman digital, editor video, animator 3D hingga rumah produksi yang membutuhkan komputasi bertenaga sekaligus perlindungan terhadap materi proyek yang bersifat sensitif.

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan ProArt P14 dan P16 dirancang untuk memberikan kemampuan komputasi AI kelas workstation dalam perangkat yang tetap praktis dibawa ke berbagai lokasi kerja.

Menurutnya, kemampuan memproses AI secara lokal memberikan keleluasaan bagi kreator untuk bekerja tanpa bergantung pada konektivitas internet, sekaligus menjaga privasi materi yang sedang dikerjakan.

Kemampuan AI lokal menjadi salah satu keunggulan utama kedua laptop tersebut. ASUS Indonesia telah melakukan pengujian internal pada ProArt P14 dengan menjalankan sejumlah model AI melalui ComfyUI Desktop tanpa koneksi internet.

Dalam pengujian pertama, model Qwen Image 2.1 dengan kuantisasi INT8 digunakan untuk mengubah foto produk menjadi adegan sinematik pada resolusi 1024 piksel dengan 40 langkah pemrosesan. Penggunaan memori GPU tercatat mencapai puncak 19,8GB.

Pengujian lainnya menggunakan model MiniMax H3 INT8 untuk mengubah satu foto menjadi video berdurasi lima detik lengkap dengan audio. Proses tersebut diselesaikan dalam waktu 5 menit 54 detik.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa model AI yang membutuhkan kapasitas memori besar dapat dijalankan langsung pada perangkat, sehingga materi sumber tidak harus diunggah ke layanan cloud.

Selain itu, ASUS juga mendemonstrasikan penggunaan Hermes Agent dengan model bahasa lokal. Sistem ini dapat membantu membaca folder proyek, merangkum brief klien, hingga menyusun draf naskah atau caption ke dalam file baru.

Aplikasi ComfyUI Desktop, Hermes Agent, dan model AI yang digunakan tidak tersedia sebagai instalasi bawaan. Pengguna perlu mengunduh serta mengonfigurasikannya sesuai kebutuhan.

Dari sisi komputasi, NVIDIA RTX Spark N1X yang digunakan kedua perangkat menggabungkan GPU Blackwell RTX 6.144 core dengan CPU Grace 20 core. ASUS mengklaim kemampuan pemrosesan AI mencapai 1 petaflop pada jalur FP4.

Dukungan CUDA juga memungkinkan pemanfaatan akselerasi GPU untuk berbagai kebutuhan kreatif, termasuk pengolahan video 8K melalui aplikasi seperti DaVinci Resolve Studio.

Kapasitas Unified Memory yang mencapai 128GB pada ProArt P16 memberi ruang bagi kreator untuk menangani model AI berukuran besar bersamaan dengan file foto maupun video beresolusi tinggi.

Pengalaman visual turut menjadi perhatian. ProArt P14 mengusung layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED berukuran 14 inci dengan resolusi 2.8K, sementara ProArt P16 menggunakan panel 16 inci beresolusi UHD+.

Kedua layar memiliki refresh rate 120Hz, cakupan warna 100 persen DCI-P3, validasi PANTONE, serta kemampuan menampilkan 1,07 miliar warna. Sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000 tersedia pada P14, sedangkan P16 mengantongi True Black 1400.

Spesifikasi tersebut ditujukan untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna tinggi, seperti color grading, penyuntingan foto, desain visual, dan peninjauan hasil generasi AI.

Meski membawa kemampuan komputasi tinggi, ASUS tetap memperhatikan mobilitas. ProArt P14 memiliki bobot sekitar 1,4 kilogram dengan ketebalan 1,39 sentimeter dan baterai 90Wh.

Sementara itu, ProArt P16 berbobot sekitar 1,7 kilogram, memiliki ketebalan 1,29 sentimeter, serta baterai berkapasitas 99,9Wh.

Keduanya mendukung pengisian daya melalui USB Type-C 140W dan telah melewati pengujian ketahanan berstandar militer Amerika Serikat MIL-STD 810H.

Dengan karakter tersebut, kreator dapat membawa perangkat untuk menyunting, memeriksa warna, dan mempresentasikan hasil pekerjaan langsung kepada klien di lokasi produksi.

pop Harga Mulai Rp80,9 Juta

ASUS ProArt P14 (H7407BA) dipasarkan dengan harga resmi Rp80.999.000. Adapun ProArt P16 (H7607BA) dibanderol Rp113.999.000.

ASUS juga membuka masa pre-order hingga 23 Oktober 2026 dengan harga khusus. ProArt P14 ditawarkan seharga Rp79.999.000, sedangkan ProArt P16 dibanderol Rp112.999.000.

Pemesanan P14 dapat dilakukan melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan ASUS Store terpilih. Sementara itu, P16 tersedia secara eksklusif melalui ASUS Online Store.

Khusus pembelian melalui ASUS Online Store selama periode pre-order, konsumen berkesempatan memperoleh ASUS ProArt Mouse MD301 senilai Rp1.699.000 sebagai hadiah eksklusif.

Untuk layanan purnajual, kedua laptop dilengkapi garansi internasional selama tiga tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty selama tiga tahun, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pengguna juga memperoleh layanan ASUS Premium Services, termasuk penjemputan dan pengantaran unit servis tanpa biaya, antrean perbaikan prioritas melalui FastLane, serta pembersihan perangkat melalui Laptop Spa.

Masyarakat dapat mencoba langsung ProArt P14, ProArt P16, dan ekosistem ASUS ProArt di booth ASUS ProArt, Atrium Mall Pondok Indah 2, Jakarta, pada 20–25 Oktober 2026. (rhm)

Exit mobile version