MAKASSAR,UJUNGJARI.COM – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel 2026 resmi dibuka pada Jumat (30/10/2026) di Lapangan Tenis Kodam XIV/Hasanuddin, Makassar. Kemeriahan pembukaan event bertaraf nasional ini turut dihadiri oleh Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, H. Badris Salam, serta Ketua Pengda Indonesia Off-Road Federation (IOF) Sulsel, Adi Rasyid Ali.
Usai menghadiri pembukaan, Badris Salam mengungkapkan bahwa DPD REI Sulsel sebelumnya telah melakukan audiensi dengan pihak Polda Sulsel untuk memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejurnas ini.
“Alhamdulillah, DPD REI menjadi salah satu sponsor dalam event bertaraf nasional ini. Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan terhadap program-program Polda Sulsel. Di struktur DPD REI sendiri terdapat Bidang Olahraga, sehingga beberapa event olahraga ke depan dapat kami kerjasamakan dengan berbagai pihak, termasuk Polda Sulsel,” ujar Pemilik Bumi Pundi Karsa Holding tersebut.
Prosesi pembukaan yang berlangsung sekitar pukul 16.10 WITA tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Sulsel sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI), Irjen Pol. M. Awal Chairuddin, bersama Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan.
Dalam arahannya, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai daerah yang berpartisipasi. Ia berharap penyelenggaraan Kejurnas Soft Tennis ini menjadi momentum penting dalam memasyarakatkan olahraga tersebut sekaligus menjaring atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Berdasarkan data panitia, kontingen Sulawesi Selatan menurunkan 25 atlet dan 6 pelatih. Sementara itu, kontingen Jambi memboyong 4 atlet dan 2 pelatih, Sumatera Barat mengirimkan 1 ofisial, serta Jawa Timur membawa 3 atlet dan 1 pelatih.
Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (1/11/2026). Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan berkesinambungan bagi atlet-atlet muda berbakat di tanah air.
