Site icon Ujung Jari

Prajurit Yonarmed 21 Kawali Berjibaku di Tengah Kepungan Asap Karhutla di Patangkai

GOWA, UJUNGJARI.COM — Tanpa banyak bicara, dibawah satu komando Danyonarmed 21 Kawali, sedikitnya 12 prajurit langsung bergerak ke lokasi Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang terjadi di Desa Patangkai, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone pada Sabtu (31/10) pukul 18. 00 Wita.

Dibackup 1 unit Damkar milik Yonarmed 21 Kawali, prajurit baret coklat ini bergerak menyasar lokasi karhutla. Para prajurit langsung masuk titik api dan berjibaku di tengah kepulan asap dan hawa panas memadamkan kobaran api.

Karhutla kali ini terjadi di atas lahan ladang seorang warga Patangkai bernama Mas Rabun (45). Lahan ini berisi semak dan tanaman yang mengalami kekeringan sehingga memudahkan api merambat bebas.

Belum diketahui sumber api yang memicu karhutla, namun prajurit Yonarmed 21 Kawali gigih memutus mata rantai rambatan api agar tidak menjalar ke lahan lainnya dan permukiman.

Api dapat dikuasai sekitar pukul 22.00 Wita, pasca prajurit Yonarmed tiba di lokasi pada pukul 18.31 Wita.

Dugaan sementara, kebakaran diduga terjadi akibat aktifitas pembakaran sampah di lokasi tersebut oleh beberapa warga yang sedang melakukan kerja bakti pada sore itu.

Danyonarmed 21 Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo mengatakan, kejadian kebakaran ini jangan dianggap sepele. Rianto mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati di musim kemarau yang cukup panjang dan intensitas kekeringan yang cukup tinggi.

“Kondisi ini sangat mudah memicu kebakaran. Jangan membuang puntung rokok yang masih berbara sembarangan baik di tumpukan sampah terlebih di atas semak yang mengering. Ataupun sengaja membakar sampah. Cermati kondisi hawa panas apalagi ada angin. Beruntung warga segera memberikan informasi adanya kebakaran lahan ini sehingga kami juga langsung bergerak ke titik, ” kata Rianto.

Danyonarmed ini mengatakan, melihat lokasi kebakaran yang merupakan lahan terbuka dengan kondisi banyak materil yang mudah terbakar sehingga membuat api tidak mudah dipadamkan terutama di sekitar lokasi terdapat aliran listrik sehingga prosedur pemadaman harus lebih teliti dan hati-hati.

“Saya mengimbau masyarakat sekitar agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan aktifitas yang memungkinkan terjadinya kebakaran. Di lahan terbuka, banyak materil yang mudah terbakar seperti sampah daun dan ranting kayu kering, ” tandasnya.

Luasan karhutla di lahan milik warga ini tidak sampai berhektare namun kejadian ini sempat membuat arus lalulintas di poros jalan bergerak lamban sebab asap mengganggu pandangan dan penciuman pengguna jalan. Lokasi lahan yang terbakar berada dekat di pinggir jalan poros Patangkai.-

Exit mobile version