Site icon Ujung Jari

Aroma Kopi Lapangan dan Genggaman Erat di Tanah Luwu: Ketika Bola Menjadi Jembatan Persaudaraan Luwu Raya

BELOPA,UJUNGJARI.COM–Rumput hijau Lapangan Andi Djemma, Kota Belopa, mendadak riuh oleh gelak tawa dan sorak-sorai, Ahad sore (1/11/2026). Di bawah langit Kabupaten Luwu yang hangat, sebuah laga sepak bola ekshibisi tidak sekadar menyajikan adu taktik di atas lapangan, melainkan sebuah pertunjukan kehangatan relasi antar-kepala daerah yang jarang tersaji di ruang-ruang rapat formal.

Bukan skor akhir yang menjadi pusat perhatian, melainkan bagaimana si kulit bundar mampu mencairkan suasana di antara para pembuat kebijakan di Tana Luwu.

Drama Enam Gol dan Adu Penalti yang Mencairkan Suasana

Pertandingan sore itu berjalan dalam tempo tinggi dan penuh semangat keakraban. Tim kesebelasan Kabupaten Luwu Timur yang dipimpin langsung oleh Bupati Irwan Bachri Syam harus menghadapi perlawanan sengit dari tuan rumah Kabupaten Luwu di bawah komando Bupati Patahudding.

Jual beli serangan tersaji sejak peluit babak pertama dibunyikan. Kubu Luwu Timur tampil beringas melalui kontribusi gol dari sang kepala daerah, Bupati Irwan Bachri Syam, serta dua gol cantik yang diborong oleh Wahyu dari Bagian Hukum Setdakab Luwu Timur.

Tak mau kalah di hadapan pendukung sendiri, skuad tuan rumah membalas lewat aksi tajam Risal Rahmat, penggawa DPRD Luwu Andi Mappatundru, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Pallanggi.

Hingga peluit panjang babak normal dibunyikan, papan skor menunjukkan angka sama kuat 3-3. Pertandingan pun terpaksa dilanjutkan melalui drama adu penalti. Dewi fortuna akhirnya berpihak pada tim tamu, membawa Luwu Timur keluar sebagai pemenang tipis 2-1 di babak tos-tosan.

Meski demikian, di pinggir lapangan tidak terlihat raut kekecewaan. Yang ada hanyalah pelukan hangat, jabat tangan erat, dan senyum lebar antarpemain yang notabene adalah para pejabat teras daerah.

Dari Lapangan Hijau Menuju Solidaritas Luwu Raya

Bagi Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, kemenangan di lapangan hijau hanyalah bonus kecil dari esensi utama pertemuan tersebut: merawat silaturahmi.

“Semoga kegiatan serupa ini dapat kita gilirkan di keempat kabupaten dan kota dalam lingkup Luwu Raya. Jika saat ini diselenggarakan di Luwu, bulan depan bisa dilanjutkan di Luwu Utara, atau Palopo, nanti kita susun jadwalnya,” ujar Irwan penuh antusias.

Ia bahkan mengusulkan agar ajang persahabatan ini ditransformasikan menjadi tradisi bulanan yang rutin. Menurutnya, koordinasi antarwilayah tidak selalu harus dimeja-kan lewat birokrasi yang kaku; kadang kala, keringat di lapangan hijau dan secangkir kopi setelah pertandingan jauh lebih efektif merajut kebersamaan.

Pendapat senada diungkapkan oleh tuan rumah. Bupati Luwu Patahudding menyambut hangat kehadiran rombongan tetangga sebelah tersebut dengan senyum khas kebapakan.

“Saya sangat senang dan bahagia dapat bertemu dengan adinda saya, Bapak Bupati Luwu Timur,” ucap Patahudding dengan nada penuh kekeluargaan.

Bagi Patahudding, sinergi lintas daerah adalah kunci utama untuk membawa kawasan Luwu Raya berlari lebih kencang dalam pembangunan. Di tengah tantangan zaman yang kian dinamis, ikatan emosional antar-kepala daerah diyakini mampu memuluskan berbagai kerja sama strategis demi kemakmuran masyarakat tanah Luwu.

“Selama ini kita saling mendukung upaya pembangunan di wilayah Luwu Raya. Insya Allah ke depannya tanah Luwu dapat menjadi wilayah yang makmur dan sejahtera,” tambahnya.

Sinergi Tanpa Batas Birokrasi

Laga sore itu turut dihadiri oleh jajaran penting dari kedua belah pihak. Bupati Irwan tampak didampingi oleh Sekda Luwu Timur Dr. Ramadhan Pirade, para staf ahli, jajaran Kepala OPD, para camat, Ketua APDESI, Kepala BPS Luwu Timur, hingga pimpinan perbankan setempat. Kehadiran para pimpinan instansi ini mempertegas bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar hobi sesaat, melainkan ruang konsolidasi informal yang memperkuat jejaring kerja sama antardaerah.

Menjelang senja, saat pertandingan usai dan lampu-lampu mulai menyala di sudut Kota Belopa, suasana keakraban berlanjut di luar lapangan. Pertandingan ekshibisi ini sukses membuktikan satu hal: di balik meja birokrasi yang penuh dengan dokumen dan target pembangunan, para pemimpin Luwu Raya ini tetaplah manusia biasa yang tahu betul cara merayakan kebersamaan—sambil merumuskan masa depan tanah leluhur mereka dari atas rumput hijau.

Exit mobile version