SOPPENG, UJUNGJARI.COM– Fenomena antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Soppeng, ternyata memunculkan peluang bisnis baru bagi sebagian warga.
Pantauan http://ujungjari.com dalam beberapa hari terakhir, penjualan BBM eceran di pinggir-pinggir jalan dibeberapa jalur poros terlihat semakin marak bermunculan.
Jika sebelumnya hanya kios-kios tertentu yang menjual bensin eceran, kini banyak warga yang mendadak beralih profesi menjadi pedagang eceran dadakan.
Mereka memanfaatkan situasi antrian yang mengular hingga berjam-jam di SPBU sebagai peluang untuk meraup keuntungan yang menggiurkan
Dalam pantauan ujung jari com, Harga yang ditawarkan pun terbilang fantastis. Untuk satu botol air mineral ukuran 1,5 liter, pedagang eceran mematok harga Rp 20.000 hingga Rp 25.000, atau hampir dua kali lipat dari harga normal di SPBU yang hanya Rp 10.000 per liter.
Meski harganya melambung tinggi, sebagian konsumen justru lebih memilih membeli di pedagang eceran tersebut.
Alasannya, mereka tidak ingin menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengantri di SPBU yang antriannya terkadang mencapai ratusan meter.
Lebih baik mahal sedikit daripada buang waktu 2-3 jam antri di SPBU. Kalau di eceran, langsung isi langsung jalan,” kata Andi salah seorang pensiunan yang mengisi kendaraan Nya disalah satu tempat pengecer di Kota Soppeng ,
Lanjut menurut Andi, bahwa mereka mengakui, selama ini, setiap mereka mau berpergian jauh, maka ia memilih mengisi BBM kendaraan mereka di pengecer, karena kalau mereka ikut antrr sangat kelamaan, sehingga mereka merasa terbuang waktunya di SPBU. (Daus)
