Site icon Ujung Jari

Darmawangsyah Muin Bupati Pertama di Sulsel Raih Gold Genting 2026

GOWA, UJUNGJARI.COM — Prestasi dan prestise gemilang kini bertengger pada Darmawangsyah Muin. Bupati Gowa ini satu-satunya kepala daerah di Sulawesi Selatan yang meraih penghargaan Predikat Gold pada kategori Regional II Mitra Perorangan, dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

Penghargaan tersebut diterima Bupati Gowa didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sofyan Daud pada Kamis (5/11) siang pada Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Collaboration Summit 2026 di Jakarta.

Penghargaan ini menjadi prestasi perdana yang diraih Darmawangsyah Muin yang baru dilantik menjadi Bupati Gowa pada 28 Oktober 2026 lalu.

Capaian ini berkat komitmen dan kontribusinya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program intervensi gizi dan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Gowa.

Usai menerima penghargaan tersebut, Bupati Gowa Darmawangsyah Muin langsung mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh pihak di Gowa sehingga angka stunting di Kabupaten Gowa menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Angka stunting di Gowa, sebelumnya berada pada angka 33 persen, kemudian pada 2024 turun menjadi 21,1 persen, kini berada di angka 17 persen.

“Alhamdulillah hingga saat ini stunting kita telah turun menjadi 17 persen. Tentu capaian dan prestasi ini hasil kerjasama, kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Gowa dalam menjalankan berbagai upaya intervensi sehingga mampu menurunkan angka stunting di wilayah kita,” kata Bupati Gowa.

Dikatakannya, salah satu upaya yang terus dilakukan adalah memastikan intervensi pemenuhan gizi bagi anak-anak, khususnya Balita dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kita terus melakukan intervensi, seperti penyaluran bantuan susu yang baru saja dilakukan kemarin, pembagian telur yang berkelanjutan dan program-program lainnya. Kami juga meminta SKPD terkait terus memaksimalkan program penanganan stunting yang sedang berjalan,” kata DM, sapaan karib pemimpin berusia 40-an ini.

DM pun berharap penghargaan ini terus memotivasi Pemerintah Kabupaten Gowa untuk terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dan memastikan berbagai program intervensi gizi berjalan intens dan optimal.

Terkait penghargaan Gold Genting 2026 ini, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji menegaskan bahwa program Genting merupakan gerakan kolaboratif yang tidak menggunakan APBN, tapi mengutamakan skema orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Program ini dilahirkan sebagai bentuk percepatan sekaligus jawaban bagi negara dan pemerintah dalam membantu program-program prioritas yang belum tercakup secara birokratis.

“Alhamdulillah, tahun ini sudah sebanyak 1,3 juta anak didukung oleh lebih dari 180 ribu orang tua asuh. Program Genting menjadi salah satu upaya untuk mempercepat intervensi bagi keluarga berisiko stunting, terutama di wilayah yang belum terjangkau program pemerintah.

Dalam pelaksanaan program Genting ini, anak-anak balita terdampak diberikan bantuan dalam berbagai bentuk, seperti dukungan nutrisi, penyediaan air bersih, edukasi keluarga serta perbaikan lingkungan tempat tinggal.

“Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan media. Kita tidak bisa kerja sendirian. Program ini kita kerja bersama melibatkan tidak hanya kementerian terkait tapi juga stakeholder terkait,” kata Wihaji.

Melalui Genting Collaboration Summit 2026, Kemendukbangga/BKKBN juga memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BUMN, BUMD, korporasi, yayasan, media serta berbagai mitra yang berkontribusi dalam program prioritas pembangunan keluarga dan kependudukan, termasuk percepatan penurunan stunting, pemberdayaan lansia dan program lainnya.

“Kami mengapresiasi kepada seluruh orang tua asuh dan mitra yang telah berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan intervensi bagi keluarga berisiko stunting,” tandas Wihaji. –

Exit mobile version