Site icon Ujung Jari

Panca Nurwahidin Pimpin Fokal IMM Sulsel, Fajlurrahman Jurdi Sekretaris dan Nirwana Bendahara

MAKASSAR,UJUNGJARI.COM – Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Sulawesi Selatan menetapkan tiga pimpinan utama periode 2026–2031. Ketiganya berasal dari kalangan birokrasi pemerintahan dan akademisi perguruan tinggi.

Dr. Panca Nurwahidin, M.Pd., yang merupakan birokrat Pemerintah Kota Makassar, dipercaya sebagai ketua. Sementara itu, akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H., ditetapkan sebagai sekretaris, dan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr. Nirwana, S.Pd., M.Pd., sebagai bendahara.

Penetapan ketiganya berlangsung dalam Musyawarah Wilayah Fokal IMM Sulsel di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulsel, Makassar, Sabtu (7/11/2026).

Musyawarah tersebut dihadiri perwakilan pimpinan daerah dan pimpinan kampus dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.

Forum menyepakati penggunaan sistem formatur proporsional dengan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat serta tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Terpilihnya Panca Nurwahidin, Fajlurrahman Jurdi, dan Nirwana mencerminkan keterwakilan alumni IMM yang berkiprah di lingkungan pemerintahan dan pendidikan tinggi.

Latar belakang ketiganya diharapkan dapat memperkuat peran Fokal IMM Sulsel dalam membangun jejaring alumni, mengembangkan kaderisasi, serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap kebijakan publik dan pembangunan daerah.

Selain menetapkan pimpinan utama, musyawarah juga memilih sejumlah anggota formatur lainnya, yakni Fatmawati, Nurwahid, Ahmad Sidik, Ridwan Fawallang, Ahmad, Rizal Pauzi, Hardianto Rahman, Muh. Abduh, Rusli Sirri, Syawalauddin Soadiq, dan Sulaiman Masnan.

Tim formatur selanjutnya akan menyusun struktur kepengurusan lengkap, termasuk komposisi Dewan Pakar yang bertugas memberikan pertimbangan strategis bagi organisasi.

Dorong Fokal IMM Jadi Wadah Pemikir Kebijakan Publik

Selain memilih kepemimpinan baru, Musyawarah Wilayah Fokal IMM Sulsel menghasilkan sejumlah rekomendasi program strategis periode 2026–2031.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah penguatan peran Fokal IMM sebagai wadah pemikir (think tank) yang mampu memberikan kontribusi terhadap perumusan dan advokasi kebijakan publik.

Peran tersebut akan diwujudkan melalui penyusunan kajian strategis, rekomendasi kebijakan, dan policy brief untuk merespons berbagai persoalan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

Di bidang internal, Fokal IMM Sulsel diarahkan menjadi wadah pendampingan dan penguatan kader, termasuk melalui program mentoring, pengembangan kapasitas alumni, serta dukungan teknis bagi kader yang berkiprah di bidang politik dan pemerintahan.

Ketua terpilih, Panca Nurwahidin, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan soliditas alumni IMM. Ia mengingatkan agar organisasi tidak dijadikan ruang untuk mengedepankan kepentingan personal.

Panca juga mendorong seluruh jajaran Fokal IMM di tingkat daerah segera melakukan konsolidasi dan penataan kepengurusan agar gerakan organisasi lebih terarah.

Dengan kepemimpinan yang memadukan pengalaman birokrasi dan akademisi, Fokal IMM Sulsel diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai wadah konsolidasi alumni sekaligus mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Exit mobile version