GOWA, UJUNGJARI.COM — Pada 2020 mendatang, Pemkab Gowa menjadikan sebagai tahun keagamaan. Berbagai program pun akan dicanangkan dalam rangka mendorong target tersebut.
Salah satunya melalui pembangunan Rumah Tahfidz sebagai wadah mencetak generasi pencinta Alquran. Pembangunan Rumah Tahfidz ini akan dibangun di atas lahan sekitar 13.158 meter persegi (m2) yang merupakan bekas kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa yang berlokasi di Jalan Poros Limbung – Takalar Km 12, Kelurahan Mata Alo, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Pemkab Gowa pada tahap awal akan mengalokasikan anggaran pembangunan sekitar Rp 8 miliar melalui APBD 2020.
“Rumah Tahfidz yang kita bangun ini tentunya akan kami lengkapi dengan sarana prasarana yang memadai. Semoga rencana dan niat baik kita ini mendapat dukungan dari seluruh pihak sehingga seluruh perencanaannya dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” kata Adnan saat meninjaua lokasi pembangunan, baru-baru ini.
Menurut Adnan, Rumah Tahfidz Gowa ini juga akan mendukung program satu desa/satu hafidz yang digagas pemerintah daerah bekerjasama Quantum Akhyar Institut yang dipimpin Ustad Adi Hidayat. Tak hanya itu, juga sebagai tempat pembinaan untuk pendidikan hafidz bagi guru agama di lingkup sekolah dasar dan sekolah menengah pertama serta seluruh imam desa, kelurahan, dusun dan lingkungan.
“Kami menargetkan tahun mendatang 842 imam baik imam desa, lingkungan dan kelurahan bisa menjadi imam yang hafidz Alquran,” kata Adnan.
Adnan juga mengungkapkan, dicanangkannya program keagamaan tersebut adalah komitmen dan konsistensi pemerintah daerah terhadap pembinaan mental spiritual dan akhlakul karimah masyarakat hingga generasi di masa-masa akan datang.
“Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat,mitra dan stakeholder agar program pemerintah yang akan lebih fokus pada program-program keagamaan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Terpisah, Kadis Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gowa Mundoap mengatakan, Rumah Tahfidz ini akan dilengkapi asrama putra dan putri, dapur, ruang makan, dan ruang belajar.
“Kami akan desain ruang belajar dengan konsep yang menyenangkan. Begitu pun pada ruangan lainnya,” kata Mundoap.
Tak hanya itu, para santri nantinya juga dapat berolahraga dan bercocok tanam karena akan disiapkan lapangan olahraga dan sarana olahraga lainnya dan lahan kebun. Termasuk pula ruang guru dan sekretariat, masjid, ruang aula untuk tempat pertemuan.
“Kita juga akan menyiapkan lahan parkir yang memadai serta taman membaca sebagai tempat menghafal para santri nantinya. Jadi selain mereka belajar di dalam ruangan kita juga menyiapkan sarana belajar di luar kelas,” ujarnya. (sari)

