ikut bergabung

Pemerintah “Menyerah”, Swasta Ambil Alih Pengelolaan Sampah di Tamalanrea

Makassar

Pemerintah “Menyerah”, Swasta Ambil Alih Pengelolaan Sampah di Tamalanrea

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Modus dan praktik kotor untuk meraup keuntungan dan memperkaya diri sendiri oleh oknum pejabat tertentu dalam penarikan retribusi sampah di kecamatan Tamalanrea, kota Makassar, kembali terkuak.

Selain terdapat beberapa obyek “Kakap” retribusi sampah di kecamatan Tamalanre yang “menguap” alias diduga tidak masuk KAS daerah, juga terdapat obyek retribusi sampah yang di swasta-kan. Diduga ada deal-deal bagi hasil antara swasta dan pihak kecamatan.

Informasi yang diperoleh media ini, menyebutkan bahwa rata-rata obyek retribusi sampah yang di pihak ketigakan adalah yang kelas tinggi atau “Kakap”. Dimana pemerintah kecamatan dan pihak swasta kerjasama, bagi hasil dari kegiatan tersebut.

Yang menjadi pertanyaan, apakah swasta bisa masuk. Padahal itu adalah hak dan otonom pemerintah kecamatan dalam mengelolah kebersihan di wilayahnya. Apalagi kecamatan Tamalanrea memiliki cukup banyak armada yang bisa mengcover semua sampah di wilayahnya.

“Apakah betul swasta? jangan-jangan ada oknum kecamatan yang bikin sendiri perusahaan untuk mengelola sampah untuk meraup keuntungan pribadi? karena mereka berdalih swasta, tapi pakai plat merah beroperasi,” pungkasnya.

Kemudian, jika terjadi kerjasama dengan pihak swasta, apakah hasil pembagian itu masuk dalam KAS daerah?. “Ini harus ditelusuri, kalau memang ada deal-deal dengan pihak swasta, berapa yang masuk ke KAS daerah. Jangan-jangan ada oknum yang bermain, dan masuk ke kantong pribadi,” kata salah satu eks satgas kebersihan kecamatan Tamalanrea.

“Setahu saya, tidak boleh ada swasta yang masuk mengelolah angkutan sampah di Tamalanrea. Kan semua pengelolaan kebersihan sudah diserahkan ke kecamatan,” ketusnya.

Ia menyebut, ada beberapa titik yang di swastakan salah satunya adalah RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo. Setiap bulan pihak rumah sakit membayar retribusi sampah Rp20 juta.

“Sampah RS Wahidin itu dipihak ketigakan, bukan kecamatan atau kelurahan yang tangani. Padahal beberapa tahun lalu, kecamatan sempat masuk dan melayani sampah rumah sakit Wahidin. Kenapa sekarang swasta lagi yang masuk,” katanya.

“Selain RS Wahidin ada beberapa titik lainnya yang di swastakan. Mestinya Pemkot merevisi kembali target retribusi sampah di kecamatan Tamalanrea. Kalau tahun ini targetnya Rp1,3 miliar, tahun depan harus tiga kali lipatnya. Karena kalau dimaksimalkan retribusi sampah di Tamalanrea bisa mencapai Rp35 miliar per tahun,” tutur mantan personil satgas kebersihan Tamalanrea ini.

Sementara itu, Kasi Kebersihan Kecamatan Tamalanrea, H Abdullah mengakui jika sampah RS Wahidin ditangani oleh swasta. “Kalau Wahidin ada pihak ke tiga yang ditunjuk. RS Wahidin yang kelola sendiri. Karena Volume sampahnya 6 kontainer per hari. Kecamatan belum sanggup melayani harus pake mobil Amrol,” kata H Abdullah.

Soal ada kerjasama atau bagi hasil swasta dengan pemerintah kecamatan, H Abdullah, menyebut itu bisa saja, karena kecamatan juga harus bayar masuk ke TPA. “Bisa jadi karena kita juga bayar retribusi di TPA,” katanya.  (drw)

Komentar Anda

Channel
Comments

Berita lainnya Makassar

Populer Minggu ini

Arsip

To Top