ikut bergabung

Terkait Lahan Negara di Baddoka, Lurah PAI: Itu Diluar Lahan Pemprov Sulsel

Berita

Terkait Lahan Negara di Baddoka, Lurah PAI: Itu Diluar Lahan Pemprov Sulsel

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Terkait lahan kosong yang berada di Jl Batara Bira Baddoka, kecamatan Biringkanaya, yang diduga dicaplok oleh oknum warga dan dijual ke Daveloper, ternyata bukan milik aset Pemrov Sulsel (Dinas PU).

Hal itu dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari Biro Pengelolaan Barang dan Aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang menerangkan bahwa lahan 2 hektar lebih di Jl Batara Bira Baddoka di luar atau tidak masuk dalam lokasi Dinas PU Sulsel.

Hanya saja, dalam surat keterangan yang di tanda tangani Eks Kepala Biro Aset Pemrov Sulsel, Adnan Nawawi itu, keliru dan tidak benar, dimana pada keterangan lokasi yang dimaksud tercantum persil 72. Padahal di lokasi itu persil 108.

H Alwi, Warga Baddoka, mengatakan, surat keterangan yang dikeluarkan Biro Aset itu tidak benar. Karena memberikan keterangan lokasi persil 72. Padahal disitu persil 108.

“Memang benar persil 72 terdaftar di buku F kelurahan Bira, kecamatan Tamalanrea. Tapi bukan disitu lokasinya, salah titik. Persil 72 itu masuk dalam kawasan KIMA, dan lokasi itu sudah lama terjual ke KIMA,” ujar H Alwi.

“Jadi, surat keterangan Pemrov itu mestinya diberikan ke Haji Mina selaku pemilik lahan 108, bukan ke H Syarifuddin yang menggunakan rinci persil 72,” katanya.

Sementara Lurah Pai, Bustan, menjelaskan bahwa, dia membuatkan sporadik pada lokasi tersebut berdasarkan surat keterangan Biro Asset Pemrov Sulsel. Selain itu juga ada keterangan dari Lurah Bira, diperkuat keterangan ketua RW setempat.

“Saya bikin sporadik berdasarkan petunjuk dan keterangan Lurah Bira. Sebab lokasi tersebut terdaftar di buku F kelurahan Bira, dan itu dikuatkan dengan keterangan Pak RW. Bahwa lokasi itu persil 72,” jelas Bustan.

“Tapi nanti saya kroscek lagi, kalo memang benar di lokasi itu persil 108, saya akan ralat dan menarik kembali sporadik tersebut. Untung juga belum ada transaksi di lokasi itu, dan belum terbit sertifikatnya,” ketus Bustan. (drw)

Komentar Anda

Channel

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

Arsip

To Top