ikut bergabung

Musda Golkar Tator Dipindahkan ke Makassar, Kader Beringin Kecewa

Randan Sampetoding

Politik

Musda Golkar Tator Dipindahkan ke Makassar, Kader Beringin Kecewa

MAKALE, UJUNGJARI.COM–Tensi politik internal partai Golkar Tana Toraja terus memanas jelang Musda ke-X yang dijadwalkan akan berlangsung Sabtu, 3 Juli besok. Sejumlah kader beringin juga kecewa karena Musda dipindahkan ke Novotel Hotel, Jalan Jendral Sudirman, Makassar.

Dua calon ketua akan bersaing. Yariana Somalinggi, anggota DPRD Tana Toraja yang juga istri Bupati Tator, Theofilus Allorerung dan ketua demisioner Victor Datuan Batara (VDB).

Pemindahan lokasi musda ke Makassar ditanggapi beragam kader. Salah satunya Randan Sampe Toding, Ketua AMPG Tana Toraja

Kepada ujungjari.com, Kamis (1/7) Randan yang juga anggota DPRD Tana Toraja fraksi Golkar menegaskan, sampai saat ini belum ada petunjuk, informasi, dan persuratan resmi dari DPD I Partai Golkar Sulsel  menjadi dasar menjalankan proses Musda.

Menurut Randan, musda Golkar Tana Toraja di Makassar cacat prosedural dan cacat administrasi. Ia bahkan menyebut pemindahan lokasi ini bertentangan dengan aturan main pelaksanaan Musda Golkar.

Kondisi ini membuat kader, simpatisan, dan pengurus harian  Partai Golkar Tana Toraja, termasuk kader Golkar Sulsel kecewa.

“Tana Toraja ini daerah pariwisata dijamin Kantibmas aman dan terkendali, jauh beda dengan seekstrem yang didengungkan jika Musda Golkar di Tana Toraja akan berakhir keonaran dan anarkis,” kata Randan.

Senada dengan Purwanto Palamba, pimpinan kecamatan (PK) Golkar Makale Utara. Menurut dia seharusnya Musda Golkar tidak melukai hati kader lama sebab sudah tangguh dan paham penyelesaian kisruh internal.

Baca Juga :   Inginkan Perempuan Jadi Wawali, Majelis Taklim Bongaya Doakan Danny-Fatma

Namun dengan cara kongkalikong dan ada fenomena ditutupi panpel, kata dia, proses Musda terkesan tertutup dan tidak terbuka kepada semua kader.

Purwanto menambah seharusnya menjadi pelajaran berharga usungan Partai Golkar Pilkada Tana Toraja (9/12/2020) lalu tumbang dari rival politiknya, apalagi berseberangan dengan penguasa.

“Pemindahan musda ke Makassar tidak disetujui semua pengurus DPD II dan kader. Ini sangat herbahaya bagi partai Golkar ke depan. Boleh jadi justru berbanding terbalik dengan harapan ingin besarkan partai beringin rindang, tetapi kenyataannya jadi kerdil,” ujar Purwanto (agus).

.

dibaca : 11



Komentar Anda

Berita lainnya Politik


Populer Minggu ini

Arsip

To Top