MAKASSAR, UJUNGJARI.COM–Sebanyak 55 mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM) Makassar resmi ditugaskan ke beberapa daerah yang menjadi tujuan sekolah kampus mengajar.

Mereka akan melaksanakan program kampus mengajar yang merupakan program Kemendikbudikti 1-4 Maret baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain ditempatkan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, sebagian mahasiswa UIM juga ada ditempatkan di Kabupaten Madium Jawa Timur.

Di Makassar, mahasiswa UIM diterima langsungKepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, SE beberapa hari lalu.

Muhyiddin sangat mesupport kebijakan Menteri Pendidikan RI khususnya program kampus mengajar yang menitikberatkan pada peningkatan literasi, numerasi dan kemampuan teknologi.

Kadis Pendidikan Kota Makassar itu berharap mahasiswa peserta kampus mengajar ini agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, senantiasa menjaga kesehatan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Semoga bisa berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk meningkatkan literasi numerasi dan teknologi siswa, dan bisa memberikan saran dan rekomendasi untuk perbaikan mutu dan kualitas pendidikan di kota Makassar,” katanya.

Wakil Rektor I UIM, Prof Dr Arfin Hamid MH. saat ditemuai juga sangat mengapresiasi program kampus mengajar ini.

Dia berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa melaksanakan tugasnya dengan baik dan menjaga nama baik alamamater.

Sementara itu Koordinator PIC UIM Badruddin Kaddas menyampaikan selain 55 orang mahasiswa UIM yang lolos sbg peserta kampus mengajar angkatan 3 program MBKM Kemdikbudristek, juga ada 25 orang dosen UIM yang lolos sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL).

“Para dosen ini turut serta mendampingi mahasiswa dalam penerimaan di Dinas Pendidikan Makassar,” katanya.

Lebih Lanjut, Supriadi, S.Pd., M.Pd selaku PIC KM 3 UIM mengemukakan mahasiswa dan dosen UIM yang lolos tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan telah resmi diterima oleh Dinas Pendidikan.

Selain di Kota Makassar, mahasiswa UIM juga mengabdi di beberapa kabupaten lainnya. Di antaranya Gowa, Takalar, K
Maros, Selayar, dan Luwu.

Setelah penerimaan tersebut para mahasiswa yang didampingi oleh DPL nya akan ke sekolah sesuai tempat tugasnya masing-masing dengan dibekali surat tugas Kemendibudristek, Dinas Pendidikan, dan surat tugas dari perguruan tinggi asal.