SIDRAP, UJUNGJARI.COM — Ikan kudu kudu memang punya bentuk yang unik dan tampang yang seram. Tapi kalau sudah menjajal dagingnya, pasti ketagihan.

Sama seperti ikan aji-aji dan sukang, ikan kudu-kudu juga populer di Makassar. Ikan ini memang hidup di perairan laut Makassar jadi tak heran banyak restoran seafood Makassar yang menyajikan ikan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Bulan Ramadhan ini pemilik Tepi Sawah Sidrap kembali berinovasi dengan menghadirkan menu baru, Nurul Rezqi Fatimah Madjid berbagi cerita soal si ikan berkulit keras ini dijadikan menu baru di Tepi sawah Sidrap.

Banyak yang mengira ikan kudu-kudu adalah ikan buntal padahal keduanya berbeda. Kudu-kudu juga populer disebut box fish karena memang bentuknya seperti kotak dengan kulit cangkang ya keras.

Ya, ikan ini berbeda dengan ikan lainnya yang berkulit lunak, kudu-kudu punya kulit keras. Sekilas ikan ini punya tampilan yang nyentrik, kulitnya abu-abu kecoklatan, matanya bulat, memiliki bibir tebal dan dua sirip yang juga berukuran agak besar.

Untuk mendapatkan dagingnya, ikan kudu-kudu harus dibelah dengan pisau yang tajam dan besar. Biasanya ikan dibelah dua agar dagingnya bisa diambil.

“Ikan kudu-kudu sangat nikmat jika di goreng fillet, buruan ke tepi sawah menikmatinya” kata kiki sapaan akrabnya.

Benar saja, kami melihat sendiri saat ikan dibelah memang isinya langsung daging tanpa tulang ataupun duri. Selain tidak memiliki tulang, ikan yang punya nama ilmiah Ostraction cubicus atau dikenal di tanah Bugis adalah ikan Butta ini juga punya tekstur daging yang lembut.

Penyajiannya juga unik, cangkang ikan tidak langsung dibuang melainkan dijadikan wadah untuk menampung daging ikan yang sudah matang. Cangkang ikan kudu-kudu yang sudah digoreng ini memang punya bentuk seperti mangkuk. Eiiits… tapi cangkangnya tak bisa dimakan ya.

Di Tepi sawah Sidrap sendiri ikan ini dibanderol dengan harga Rp 15.000 per ons. Penasaran dengan rasanya buruan ke Tepi Sawah Sidrap. (Wan)