TAKALAR, UJUNGJARI–Penggunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat menuai sorotan di Kabupaten Takalar.

Sebagai informasi, Kabupaten Takalar memperoleh dana PEN dalam bentuk pinjaman sebesar Rp 250 miliar dari negara melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian besar anggaran PEN tersebut direalisasikan dalam bentuk betonisasi beberapa ruas jalan kabupaten di Takalar. Sayangnya, aktivis Takalar menyoroti kualitas pekerjaan beton yang dimenangkan oleh PT Jenifer Utama Mandiri.

“Kualitas betonnya sangat buruk. Belum sebulan sudah retak, bahkan ada yang berdebu. Karena ini utang daerah, tidak bisa kami biarkan,”kata H Imran Mursali Daeng Tola, pegiat antikorupsi di Takalar, Selasa (23/08/2022).

Sebagai langkah nyata, Imran menerangkan sedang menggalang seluruh potensi aktivis di Takalar untuk menyampaikan kondisi ini ke PT SMI di Jakarta.

“Kami sangat yakin bahwa laporan pemkab ke Jakarta ini selalu sempurna. Kondisi rill yang akan kami sampaikan ke SMI sebagai pertimbangan dalam distribusi dana PEN.”jelasnya.

Beredar informasi, bahwa utang PEN senilai Rp 250 miliar tersebut akan dibayar selama 8 tahun dengan bunga pinjaman 5-6% per tahun. Mekanisme pembayaran adalah melalui transfer langsung dari alokasi DAU daerah tersebut ke rekening negara.(*)