JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan kembali meraih penghargaan nasional, kali ini berasal dari Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI). Penghargaan kategori Kabupaten Peduli HAM ini diterima Adnan di Golden Ballroom Hotel Sultan Jakarta, Senin (12/12) siang.

Adnan menerima penghargaan ini bersama sejumlah kabupaten kota se Indonesia. Turut menerima penghargaan yang sama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, Bupati Bone Andi Pashar Padjalangi dan Bupati Bantaeng Ilhamsyah Azikin Sultan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai menerima penghargaan tersebut, Adnan mengatakan penghargaan yang diserahkan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly ini merupakan penghargaan ke 170 yanh diraih Pemkab Gowa sepanjang masa kepemimpinan Adnan Purichta Ichsan sebagai Bupati Gowa bersama Abd Rauf Malaganni selaku Wakil Bupati Gowa (dua periode).

“Penghargaan yang saya terima tadi adalah penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM di Indonesia dan penghargaan ini kita terima pada puncak peringatan Hari HAM se Dunia ke 74. Gowa mendapat penghargaan Kabupaten Peduli HAM ini karena sekarang hak asasi manusia bertumpuh pada empat pihak yakni perempuan, disabilitas, anak dan masyarakat. Dan Gowa di beberapa fasilitas telah memenuhi persyaratan itu. Salah satunya karena Pemkab Gowa menyiapkan semua fasilitas untuk semua kawan-kawan disabilitas atau difabel,” kata Adnan.

Selain Gowa meraih predikat Kabupaten Peduli HAM, Gowa juga mendapatkan predikat sebagai Kabupaten Peduli Anak. Sehingga indikator yang menjadi perhatian utama pemerintah untuk hak asasi manusia ini adalah bahwa Kabupaten Gowa telah memilikinya atau memenuhi kriteria tersebut.

Diakui Adnan, tema peringatan Hari HAM di Indonesia yaitu Pemajuan Hak Asasi Manusia Untuk Setiap Orang Menuju Indonesia Maju dinilainya memiliki makna yang mendalam.

Hal itu senada dengan yang dikemukakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Dihadapan para Gubernur dan Bupati serta Walikota penerima penghargaan dalam peringatan Hari HAM se Dunia ini, Menkumham menjelaskan tema Hari HAM yang dipilih oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun ini merefleksikan hak setiap manusia adalah sama, baik martabat, kebebasan dan keadilan (Dignity Freedom dan Justice for All).

Dikatakan Yasonna, HAM menjadi amanat yang tidak terpisahkan. Membangun kesadaran akan pentingnya penjaminan kehidupan yang manusiawi bagi setiap warga negara adalah dasar utama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melaksanakan PSHAM, yaitu kesadaran mendalam bahwa tanpa upaya negara, pemerintah, dan kita semua diharapkan mampu mewujudkannya maka HAM hanya akan menjadi goresan hitam di atas kertas putih.

Dengan berbagai tantangan yang saat ini masih dihadapi dalam upaya penegakan HAM, pada 9 November tahun ini, Pemerintah Republik Indonesia telah mendapatkan berbagai apresiasi dari masyarakat internasional dalam Sidang Universal Periodical Review di Jenewa, Swiss.

Salah satunya kata Yasonna adalah komitmen Indonesia untuk tetap melaksanakan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia hingga periode kelima. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM tetap berkomitmen melaksanakan berbagal program pemajuan HAM. Dukungan terhadap pelaksanaan penghormatan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan pemajuan HAM yang dilakukan oleh institusi pemerintah baik di pusat maupun di daerah, tetap menjadi prioritas program pemajuan HAM.

Yasonna mengatakan, pada peringatan Hari HAM se Dunia tahun ini beberapa penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pemajuan HAM, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat sipil, pelaku bisnis dan koorporasi, serta seluruh anggota masyarakat.

Penerima ini dikategorikan karena kontribusi atas segala upaya dan kerja keras dalam mewujudkan penghormatan, pemenuhan, pelindungan, pemajuan dan penegakan HAM. –