MAKASSAR, UJUNGJARI–Sejumlah kegiatan yang dilakukan Dinas Pendidikan Takalar di sebuah hotel di Makassar tahun 2022- 2023, menuai sorotan. Selain dinilai pemborosan, anggaran yang digunakan pun cukup besar dan dinilai sangat membebani pihak sekolah.
Salah satu giat yang menuai sorotan tajam dari beberapa kalangan, adalah penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang digelar di Hotel AL, tanggal 3 hingga 5 Maret tahun 2023 lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan yang dilakukan Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Takalar ini, setiap sekolah dibebankan membayar Rp1,7 juta untuk satu malam dengan kapasitas dua orang (kepsek dan operator) per kamar. Ditaksir jumlah utusan sekolah yang mengikuti kegiatan sebanyak 237.
“Jika dikalikan jumlah sekolah yang mengikuti kegiatan dengan dana yang disetor tiap sekolah, maka ditaksir dana yang terkumpul Rp402 juta. Ini jumlah yang sangat besar sekali. Pengelolaan dana ini harus dipertanyakan dan diusut. Karena jika dihitung hitung dengan jumlah dana yang harus digunakan dalam kegiatan ini, selisihnya sangatlah besar.
Harga kamar permalam di hotel rata rata hanya Rp 500 ribu permalam,” kata salah seorang pemerhati pendidikan Kabupaten Takalar, Daeng Sibali di Takalar, Kamis (9/03/2024).
Sibali menimpali, dia meminta agar aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel tidak tinggal diam dan segera menurunkan tim untuk mengusut dugaan markup penggunaan dana dari ratusan sekolah ini.
“Ini harus diusut tuntas. Bagaimana pun pengelolaan dana pendidikan di Kabupaten Takalar harus akuntabel, berbasis kinerja dan jauh dari aroma KKN. Termasuk pengelolaan dana BOS, jangan ada yang coba coba mengambil keuntungan pribadi,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Dinas Pendidikan Dasar Disdik Takalar, Rahmadi Kulle yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (09/03/2023) malam tersampaikan. Namun hingga pukul 21.03 Wita, konfirmasi yang dilayangkan tidak direspon . (*)

