ikut bergabung

Perumda Tirta Jeneberang Kerahkan Mobil Tangki ke Wilayah Krisis Air di Pattallassang dan Parangloe

LAYANAN. Warga di Dusun Tana Karang di Desa Belapunranga yang mendapatkan layanan air bersih dari Perumda Air Minum Gowa. (foto/ist)

Sulsel

Perumda Tirta Jeneberang Kerahkan Mobil Tangki ke Wilayah Krisis Air di Pattallassang dan Parangloe

GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebanyak empat unit mobil tangki air bersih dikerahkan ke wilayah kekeringan di Kecamatan Pattallassang dan Parangloe. Pelayanan mobil tangki ini dilakukan Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa sebagai bentuk tanggung jawab atas pelayanan kebutuhan air bersih sejak kemarau melanda.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Gowa Hasanuddin Kamal yang dikonfirmasi terkait pelayanan intens di saat kemarau panjang ini, Rabu (6/9) siang mengatakan pihaknya saat ini melakukan pelayanan menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah cakupan yang mengalami krisis air bersih selama kemarau melanda.

Dikatakan Hasanuddin, sejak kemarau ada, ada beberapa wilayah pada dua kecamatan paling merasakan kekeringan dan sulit mendapatkan air bersih, yakni Kecamatan Pattallassang dan Parangloe.

“Iya untuk saat ini ada dua wilayah kecamatan harus kita backup yakni Pattallassang dan Parangloe. Di dua kecamatan ini beberapa kampung memang sangat kesulitan air karena itu kita layani dengan mobil tangki. Di wilayah tersebut, bukan hanya pelanggan yang kita fasilitasi tapi juga masyarakat yang bukan pelanggan. Kita tetap layani, ” jelas Hasanuddin didampingi Kepala Satuan Pengawasan Intern (Kasat SPI) A Malik Abbas.

Dijelaskannya, beberapa hari ini ada empat armada dikerahkan bik ke Pattallassang maupun ke Parangloe. Untuk wilayah Pattallassang paling krisis adalah wilayah Dusun Bollangi di Desa Timbuseng dimana kampung ini memang berada di perbukitan dan jauh dari sumber air. Sementara untuk wilayah Parangloe, lokasi paling rawan adalah Desa Belapunranga.

Baca Juga :   Usai Wudhu untuk Salat Ashar, Kadis Perdastri Gowa Meninggal Dunia

Sementara untuk wilayah yang kesulitan air baku untuk produksi adalah Kecamatan Manuju dan Kecamatan Tompobulu. Di dua kecamatan dataran tinggi ini sumber air bakunya mengambil di sungai yang kondisi airnya menyusut.

“Untuk wilayah kesulitan air baku itu adalah Kecamatan Manuju dan Malakaji di Tompobulu. Di dua wilayah ini air baku menyusut sehingga berdampak pada berkurangnya debit produksi. Tapi kendati air baku menyusut, dua wilayah ini tetap berproduksi air bersih meski minim namun tetap beroperasi.

“Sudah pastilah air baku kita kurang sebab kondisi kemarau ini cukup tinggi. Air baku di sungai tentu menyusut utamanya di wilayah Manuju dan Malakaji. Di Malakaji berkurang 30 persen dari 20 liter/detik, kalau di Manuju
berkurang 50 persen dari kapasitas 20 liter/detik. Sedang di wilayah lain (di luar Pattallassang dan Parangloe) alhamdulillah, aman, ” kata Hasanuddin.

dibaca : 107

Laman: 1 2



Komentar Anda

Berita lainnya Sulsel


Populer Minggu ini

Arsip

To Top