MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, A. Zulkifly, mengakui proses seleksi jabatan kepala sekolah (kepsek) di Makassar saat ini cukup menyita perhatian. Pasalnya, ia menilai manuver para bakal calon kepala sekolah terbilang sangat intens dan tidak biasa.
Menurut Zulkifly, dinamika yang terjadi dalam seleksi kepsek justru lebih “kencang” dibandingkan seleksi jabatan strategis lainnya di lingkup Pemerintah Kota Makassar, seperti kepala dinas, camat, hingga lurah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Para calon kepsek ini terlalu banyak manuver. Saya juga tidak tahu kenapa seleksi calon kepala sekolah ini bisa begitu kencang. Apa yang sebenarnya mereka cari dari jabatan kepala sekolah?” ujar Zulkifly, saat ditemui, belum lama ini.
Ia menegaskan, jabatan kepala sekolah merupakan posisi strategis yang tidak boleh dijalankan dengan pendekatan main-main atau kepentingan tertentu.
Kepala sekolah, kata dia, adalah pemimpin satuan pendidikan yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kualitas pembelajaran, dan masa depan peserta didik.
“Jadi pemimpin di sekolah itu tidak boleh main-main. Ini jabatan yang sangat penting. Saya lihat pergerakannya kencang sekali, padahal kalau kita bandingkan dengan jabatan kepala dinas, camat, atau lurah biasa biasaji. Ini kepsek terlalu gaduh,” tegasnya.
Zulkifly berharap seluruh proses seleksi kepala sekolah dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas serta integritas calon pemimpin sekolah, bukan pada manuver atau kepentingan di luar tujuan pendidikan.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, berkomitmen memastikan bahwa kepala sekolah yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas, rekam jejak, dan komitmen kuat untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Makassar. (drw)

