JAKARTA, UJUNGJARI.COM — TVRI membuka peluang untuk ikut bersaing dalam perebutan hak siar Liga Indonesia (Liga 1) usai menayangkan ajang Piala Dunia 2026. Hal tersebut diungkapkan Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, dalam wawancara bersama jurnalis olahraga Tommy Desky, belum lama ini.

Usman menyebut, penayangan Piala Dunia 2026 menjadi momentum penting bagi TVRI untuk melakukan transformasi besar dalam penyiaran olahraga, khususnya sepak bola.
“Nah, kita berharap dengan siaran Piala Dunia 2026 ini maka terjadi semacam transformasi di TVRI dalam penyiaran-penyiaran olahraga secara umum dan sepak bola secara khusus,” ujar Usman Kansong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, melalui ajang sepak bola terbesar dunia tersebut, TVRI ingin membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan baik secara substantif maupun teknis dalam menyiarkan pertandingan sepak bola kelas dunia.

“Artinya TVRI punya kemampuan substantif maupun teknis dalam menayangkan itu. Sehingga ketika kita mau mengambil alih atau mau mengikuti open bidding, kita ini sudah diperhitungkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Usman berharap keberhasilan TVRI menayangkan Piala Dunia 2026 dapat menarik perhatian pemegang hak siar Liga Indonesia agar melirik TVRI sebagai mitra penyiaran.

“Saya berharap juga melalui penayangan Piala Dunia ini pemegang hak siar Liga Indonesia itu akan melirik TVRI. Oh, dia ternyata mampu, hebat, bagus, lumayanlah minimal begitu. Untuk satuan televisi yang sudah jeda berpuluh tahun ini ternyata bisa menayangkan Piala Dunia secara bagus,” tambahnya.

Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI juga mengajak masyarakat, khususnya pecinta sepak bola nasional, untuk memberikan dukungan terhadap langkah tersebut.

“Kita minta dukungan publik. TVRI ini kan stasiun televisi publik, lembaga penyiaran publik, artinya milik publik. Karena itu kita berharap ada partisipasi dan dukungan publik juga untuk kemajuan TVRI di masa depan,” tutup Usman.

Langkah TVRI ini dinilai sebagai sinyal kuat kebangkitan televisi publik dalam industri penyiaran olahraga nasional, sekaligus membuka harapan bagi tayangan Liga 1 yang lebih merata dan dapat diakses luas oleh masyarakat.  (**)