JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Koordinator Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) SNPMB, Riza Satria Perdana, mengungkapkan bahwa terdapat tiga komponen utama yang wajib menjadi pertimbangan siswa dalam memilih program studi (prodi) pada SNBP 2026 agar peluang lolos seleksi semakin besar.

Menurut Riza, seleksi SNBP tidak hanya menilai satu aspek, melainkan mengukur capaian akademik dan prestasi siswa secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komponen pertama adalah rata-rata nilai rapor secara keseluruhan, termasuk nilai yang telah divalidasi dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Nilai rapor tetap menjadi dasar penilaian utama, namun akan dikalibrasi menggunakan nilai TKA agar penilaian lebih adil dan objektif,” ujarnya.

Komponen kedua adalah nilai mata pelajaran pendukung yang relevan dengan program studi yang dipilih. Karena itu, siswa yang memilih prodi lintas jurusan disebut memiliki peluang lebih kecil untuk diterima apabila nilai mata pelajaran pendukungnya tidak sesuai.

Sementara komponen ketiga mencakup prestasi nonakademik siswa, seperti hasil lomba atau kejuaraan. Prestasi di tingkat provinsi dan nasional dinilai sangat menunjang dan dapat meningkatkan peluang siswa lolos seleksi SNBP.

Panitia SNPMB juga menegaskan bahwa nilai TKA berfungsi sebagai validator nilai rapor, sehingga data rapor yang masuk akan diolah kembali setelah dikalibrasi dengan hasil TKA masing-masing peserta.

Selain aspek penilaian, Riza menekankan pentingnya strategi pemilihan program studi. Secara umum, peluang diterima di pilihan prodi pertama jauh lebih besar dibandingkan pilihan berikutnya.

“Karena itu, siswa diimbau memilih prodi secara realistis dan sesuai dengan rekam jejak akademik serta prestasi yang dimiliki,” tutupnya.  (Jeel)