MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Tantangan dunia pendidikan di abad ke-21 kian kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi global. Transformasi digital tak hanya mengubah pola kehidupan masyarakat, tetapi juga menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi dan berinovasi, termasuk di Kota Makassar.
Menjawab tantangan tersebut, SMP Islam Terpadu Raffasya Baitul Makmur (SMPIT RBM) Makassar meluncurkan program unggulan Coding dan Robotik sebagai langkah strategis dalam menyiapkan peserta didik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMPIT RBM Makassar, Ilham, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan solutif melalui penguatan literasi digital dan computational thinking.
“Model pembelajaran seperti ini oleh para ahli dipandang sebagai keterampilan dasar abad modern, setara dengan kemampuan membaca dan berhitung,” ujar Ilham, Selasa (13/1/2026).
Merujuk pada kajian WIN (2006) dan OECD (2019), lanjut Ilham, pengembangan coding dan robotik sejak dini sangat penting karena mampu mendorong Higher Order Thinking Skills (HOTS), seperti pemecahan masalah, penalaran logis, serta kreativitas peserta didik.
Sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI telah menegaskan bahwa pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial menjadi bagian dari transformasi pendidikan digital.
Kebijakan ini bertujuan memperkuat dimensi bernalar kritis, kreatif, dan mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila (Kemdikbudristek, 2023).
“Oleh karena itu, pengenalan coding dan robotik sejak jenjang SMP menjadi langkah yang strategis dan relevan, termasuk program yang kami luncurkan saat ini,” tegas Ilham.
Untuk menjamin mutu implementasi, SMPIT RBM menjalin kemitraan dengan Educourse Indonesia, sebuah platform pendidikan nasional yang fokus pada pengembangan pembelajaran STEAM, coding, dan kecerdasan artifisial bagi siswa dan guru.
Educourse Indonesia dikenal memiliki pengalaman dalam pelatihan dan pengembangan kurikulum berbasis STEAM, serta terlibat aktif dalam berbagai program penguatan pendidikan digital di Indonesia.
Lebih lanjut, Ilham menegaskan bahwa sebagai sekolah Islam terpadu, SMPIT RBM memandang teknologi bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana (wasilah) untuk berkarya dan memberi manfaat bagi sesama.
“Pemanfaatan teknologi kami arahkan agar selaras dengan nilai-nilai akhlak Qur’ani, amanah, dan tanggung jawab,” pungkasnya. (***)


