MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 menyisakan 12 pertandingan lagi.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, PSM Makassar saat ini berada di posisi ke-13 klasemen sementara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Posisi tersebut belum sepenuhnya aman. Juku Eja hanya terpaut lima poin dari zona degradasi, sehingga setiap laga ke depan akan menjadi penentuan nasib bagi tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu.
Tak hanya PSM, lima tim di bawahnya juga tengah berjuang keras untuk keluar dari jeratan zona merah. Persaingan di papan bawah pun diprediksi berlangsung sengit hingga pekan terakhir kompetisi.
Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, menilai situasi PSM masih sangat terbuka untuk diperbaiki. Menurutnya, dengan sisa 12 pertandingan, peluang untuk mengamankan posisi tetap besar asalkan tim mampu menjaga konsistensi.
“PSM harus fokus pada stabilitas permainan dan tidak kehilangan poin saat menghadapi tim-tim papan bawah. Laga-laga itu justru krusial. Jika bisa memaksimalkan laga kandang dan mencuri poin di tandang, mereka bisa segera menjauh dari zona degradasi,” ujarnya.
Akmal juga menekankan pentingnya kekompakan tim dan dukungan suporter di fase krusial ini. Ia menilai tekanan justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk bangkit.
Situasi ini menuntut PSM tampil lebih disiplin di lini belakang serta lebih efektif dalam memanfaatkan peluang di lini depan.
Tambahan poin demi poin akan sangat berarti guna menjauh dari ancaman degradasi dan mengamankan posisi di klasemen akhir.
Dukungan moral dari suporter dan masyarakat menjadi faktor penting dalam momentum kebangkitan tim.
Semangat dan kepercayaan publik diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaik mereka.
Dengan kerja keras, soliditas tim, serta doa dan dukungan dari seluruh pecinta sepak bola di Sulawesi Selatan, PSM Makassar diharapkan mampu melewati masa sulit ini dan bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional. (**)

