JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyiapkan Program Beras Haji Nusantara sebagai bagian dari layanan konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.

Program tersebut diperkenalkan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, sebagai upaya menyediakan beras berkualitas tinggi sekaligus memperluas pemanfaatan produk pertanian nasional di Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Menhaj, kebutuhan beras jemaah haji Indonesia tahun ini diperkirakan cukup besar.

Total konsumsi untuk 205.420 orang yang terdiri dari jemaah haji reguler dan petugas diproyeksikan mencapai sekitar 2.280 ton.

Angka tersebut dihitung berdasarkan akumulasi jadwal makan jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara. Oleh karena itu, kami mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain, dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5 persen,” jelas Irfan Yusuf.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, beberapa waktu lalu, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenhaj.

Program Beras Haji Nusantara diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional, khususnya di Arab Saudi selama penyelenggaraan ibadah haji.  (**)